Breaking news//nusaone.id – Pidie Jaya – Bencana banjir kiriman kembali melanda wilayah Kabupaten Pidie Jaya, membawa dampak kerugian dan kekhawatiran bagi warga setempat. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Daerah segera turun tangan dengan mengirimkan tim pimpinan daerah untuk meninjau langsung kondisi di lapangan guna melihat situasi yang terjadi secara nyata.
Kehadiran rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., M.E. Turut mendampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Okta Handipa, serta perwakilan dari berbagai unsur terkait lainnya.
Kegiatan yang dilakukan adalah peninjauan langsung dan pemantauan situasi dampak banjir yang terjadi. Bupati dan rombongan meninjau kondisi lingkungan yang tergenang air serta mendengarkan aspirasi langsung dari warga setempat terkait solusi jangka panjang yang diharapkan.
Lokasi peninjauan berada di Gampong Dayah Husen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya. Wilayah ini merupakan bagian dari kawasan strategis yang dikenal oleh masyarakat setempat sebagai daerah Japakeh Krueng Meureudu.
Kunjungan kerja ini dilakukan pada hari Rabu, tanggal 8 April 2026, tepatnya pada pukul 23.30 WIB. Meskipun sudah larut malam dan kondisi lingkungan gelap, Bupati tetap hadir untuk memastikan kondisi di lapangan dapat terpantau langsung dan penanganan bisa segera dilakukan.
Selain Bupati dan jajaran BPBD, kegiatan ini juga disambut langsung oleh tokoh masyarakat setempat, Tgk. Yusri, S.Ag. Beliau bersama warga menyambut kedatangan rombongan pemerintah daerah sekaligus menyampaikan keluhan dan harapan masyarakat yang menumpuk.
Kunjungan ini dilakukan untuk memantau situasi terkini banjir yang melanda, sekaligus menunjukkan kepedulian nyata pemerintah terhadap kesulitan yang dihadapi warga. Hal ini juga bertujuan untuk mencari solusi cepat dan tepat atas permasalahan yang terjadi agar tidak berlarut-larut.
Bupati dan rombongan berjalan kaki menembus genangan air dan lumpur untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Suasana berlangsung hangat namun penuh keprihatinan melihat kondisi lingkungan yang dipenuhi air bah dan material lumpur yang terbawa arus.
Dalam pertemuan tersebut, Tgk. Yusri menyampaikan bahwa kawasan tersebut merupakan daerah aliran sungai atau yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan Japakeh Krueng Meureudu. Ia menegaskan bahwa lokasi ini sangat membutuhkan penanganan serius dari pemerintah.
Warga memohon agar pemerintah segera melakukan normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut. Hal ini dinilai sangat mendesak agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang tanpa rasa was-was.
Ia menambahkan bahwa bencana banjir yang melanda kali ini sudah merupakan kejadian yang kedua kalinya dirasakan oleh warga dalam kurun waktu yang cukup singkat. Kondisi ini tentu sangat membebani psikologis maupun ekonomi masyarakat setempat yang harus berulang kali bersih-bersih.
Melalui Bupati Pidie Jaya, Tgk. Yusri memohon agar aspirasi masyarakat dapat disampaikan kepada Gubernur Aceh hingga mencapai Presiden Republik Indonesia. Harapannya, penanganan yang dilakukan dapat bersifat menyeluruh dan berkelanjutan, bukan sekadar penanganan darurat.
Bupati Sibral Malasyi mendengarkan dengan seksama setiap aspirasi yang disampaikan oleh tokoh masyarakat dan warga setempat. Beliau menunjukkan sikap responsif dan berjanji akan menjadi jembatan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat maupun provinsi.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah provinsi hingga pusat, demi mencari solusi jangka panjang agar bencana serupa tidak terus-menerus menimpa masyarakat di masa mendatang.
Penulis & foto. Arju Na Fahlefi dari
Bupati Pidie jaya Sibral Malasyi MA.,S.Sos.M.E dan Kalag BPBD Okta Handipa terjun langsung ke lokasi banjir beberapa Jam yg lalu di Gampong Dayah Husen Meurah dua Pidie Jaya


















