JAKARTA — nusaone.id — Aksi kemanusiaan lintas budaya tersaji di Pelataran Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (10/1). Sebanyak 1.520 penari Ratoh Jaroe dari berbagai latar belakang suku dan daerah tampil serempak dalam satu harmoni gerak untuk menggalang dana bagi korban banjir bandang di Aceh.
Kegiatan bertajuk “Aceh Lon Sayang” ini menjadi simbol kuat solidaritas nasional. Seni tradisional Aceh dihadirkan bukan hanya sebagai pertunjukan budaya, tetapi juga sebagai medium kepedulian dan empati terhadap sesama yang tengah dilanda musibah.
Kehadiran ribuan penari dari luar Aceh menunjukkan bahwa duka masyarakat Aceh kini telah menjadi duka bersama rakyat Indonesia. Antusiasme peserta dan pengunjung pun mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dalam membantu korban bencana.
Aksi kemanusiaan tersebut mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Aceh. Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, Said Marzuki, hadir mewakili Pemerintah Aceh dan menyampaikan apresiasi serta rasa haru atas kepedulian masyarakat luas.
Said menegaskan bahwa kegiatan penggalangan dana ini lahir dari inisiatif mandiri masyarakat. Menurutnya, seni mampu menjadi sarana efektif untuk menyatukan empati dan mendorong aksi nyata bagi kemanusiaan.
“Ini sungguh luar biasa. Mereka yang menari hari ini bukan hanya saudara-saudara kita dari Aceh, tetapi berasal dari berbagai latar belakang dan daerah. Ini adalah bukti bahwa persaudaraan kita tidak dibatasi oleh sekat geografis,” ujar Said Marzuki dalam sambutannya.
Ia menilai, seni tradisional Aceh melalui Ratoh Jaroe telah menjelma menjadi perekat persatuan dan simbol semangat kebangsaan yang kuat. Menurutnya, nilai-nilai budaya dapat menjadi kekuatan besar dalam merespons krisis kemanusiaan.
Pemerintah Aceh berharap dana yang terkumpul dari kegiatan tersebut dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak banjir bandang di sejumlah wilayah Aceh.
“Bagi kami, aksi ini sangat mulia. Meski kalian bukan putra-putri Aceh, kepedulian kalian sangat dirasakan oleh masyarakat kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan kalian,” tutup Said Marzuki dengan penuh haru.
















