Meureudu — Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Biro Psikologi SSDM Polri melaksanakan kegiatan trauma healing sebagai upaya pemulihan dampak psikologis pascabencana banjir di wilayah hukum Polres Pidie Jaya, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Posko Pengungsian Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, dengan menyasar masyarakat terdampak banjir serta personel Polri yang bertugas di lapangan selama masa tanggap darurat.
Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melalui Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi menyampaikan bahwa kehadiran Tim Biro Psikologi SSDM Polri merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan mental masyarakat dan personel pascabencana.
Ia menegaskan, pendampingan psikologis menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana guna membantu korban banjir pulih secara mental, sehingga dapat kembali menjalani aktivitas normal.
Tim Biro Psikologi SSDM Polri dipimpin oleh Katim Biro Psikologi SSDM Polri AKBP Liberty Adi Surya, didampingi Iptu Nur Khafid, Ipda Frans Chaniago, dan Bripda Dicky Darmawan. Kegiatan ini turut didampingi oleh Waka Polsek Meureudu Ipda Yusri bersama personel Polsek Meureudu.
Dalam pelaksanaannya, tim memberikan pendampingan psikologis berupa teknik tapping kepada personel Polri untuk mengurangi kecemasan dan menjaga stabilitas mental dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Selain kepada personel Polri, kegiatan trauma healing juga diberikan kepada masyarakat terdampak banjir di Posko Pengungsian Gampong Meunasah Lhok serta Posko Kesehatan di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, halaman Gedung Tgk Chik Pante Geulima, Gampong Mayang Cut, Kecamatan Meureudu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan proses pemulihan psikologis masyarakat terdampak banjir dapat berlangsung lebih cepat. Polri pun berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, khususnya dalam masa pemulihan pascabencana.
















