Home / Headline

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:06 WIB

Gedung PMI Gelap Lhok Keutapang Gelap Gulita “Ibarat Rumah Hantu”

Nusaone.id |Aceh Selatan – Warga Gampong Lhok Ketapang, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, mengeluhkan kondisi Gedung Palang Merah Indonesia (PMI) setempat yang gelap gulita setiap malam. Tidak adanya penerangan di sekitar gedung pemerintah tersebut membuat masyarakat sekitar merasa resah dan ketakutan, terutama saat malam hari.

Menurut penuturan warga, gedung PMI yang berada di lingkungan permukiman itu sudah lama tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Kondisinya tampak terbengkalai, tanpa aktivitas dan tanpa penerangan memadai. Saat malam tiba, suasana di sekitar gedung berubah mencekam karena gelap dan sepi, sehingga memicu kekhawatiran warga akan potensi tindak kriminal maupun gangguan keamanan lainnya.

Baca Juga |  Dedikasi Pendidikan Untuk Anak Papua, Personel Satgas Yonif 112/DJ Jadi Guru di Puncak Jaya

“Kalau malam hari sangat gelap. Lampu tidak menyala, gedungnya juga kosong. Anak-anak dan ibu-ibu takut melintas di depan gedung itu,” ujar salah seorang warga Lhok Ketapang, yang tidak ingin di tuliskan namanya di media ini, Selasa 13/01/2026 .

Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama namun belum ada perhatian serius dari pihak terkait.

Keluhan senada juga disampaikan warga lainnya. Mereka menilai, sebagai gedung milik pemerintah, seharusnya fasilitas tersebut dirawat dan dijaga dengan baik. Setidaknya, penerangan di sekitar gedung dihidupkan agar tidak menimbulkan kesan angker dan membahayakan keselamatan masyarakat.

“Ini gedung pemerintah, bukan bangunan kosong tak bertuan. Kalau dibiarkan seperti ini, masyarakat yang dirugikan. Kami takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap warga lainnya.

Baca Juga |  Dukungan Penuh RAPI, Prosesi Ta’aruf Kafilah MTQ di Pidie Jaya Berjalan Lancar

Selain menimbulkan rasa takut, kondisi gelap gulita tersebut juga dinilai mencoreng wajah kota Tapaktuan.

Apalagi, gedung PMI seharusnya menjadi simbol kemanusiaan dan pelayanan sosial, bukan justru menjadi sumber keresahan warga sekitar.

Masyarakat Lhok Ketapang berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dan pihak PMI setempat segera turun tangan. Mereka meminta agar gedung tersebut difungsikan kembali sesuai peruntukannya atau setidaknya dilakukan perawatan, termasuk pemasangan dan pengaktifan lampu penerangan di area sekitar.

“Kalau belum bisa digunakan, paling tidak lampunya dihidupkan dan lingkungannya dibersihkan. Jangan dibiarkan terbengkalai seperti rumah hantu,” tutup warga dengan nada berharap.

Baca Juga |  Akses Terputus dan Warga Kelaparan, YARA: Ini Sudah Memenuhi Kriteria Bencana Nasional

Saat kami konfirmasi kepada kepala Markas PMI Aceh Selatan,Bang Wandi mengatakan, Ijin saya sampaikan bahwa PMI Aceh Selatan tidak di dukungan dana semenjak bulan Oktober 2024 sampai saat sekarang, jadi pembayaran listrik juga tidak terbayar sejak +- bulan April 2025′, dari bulan 0ktober 2024 sampaikan dengan April 2025 di talangi oleh Kami, namun dari bulan April sampai sekarang listrik sudah di putus oleh PLN. Kami sedang berusaha di tahun 2026 untuk dapat dukungan Dana dari Pemda Aceh Selatan demikian.

Share :

Baca Juga

Daerah

Polda Aceh Sebut Bripda Muhammad Rio Disersi, Tiga Kali Sidang KKEP dan Telah PTDH

Daerah

PKBM HABIB ALBY Gelar Healing dan Bagikan Bantuan untuk Anak Korban Banjir di Gampong Beurawang

Headline

Sejarah Panjang PT Asdal: Hak Rakyat Tergerus Sejak Orde Baru

Daerah

Kapolres Pidie Serahkan Bantuan Bibit Pertanian dari Kapolda Aceh kepada Polsek Jajaran untuk Warga Terdampak Banjir

Daerah

Usai Shalat Jum’at, Warga Beurawang Gelar Makan Bersama di Posko

Daerah

Pergerakan Penyeberangan Naik 35 Persen, Kemenhub Evaluasi Angkutan Nataru 2025/2026

Daerah

Di Tengah Bencana, Peringatan Isra Mikraj Jadi Momentum Penguatan Iman di Pidie Jaya

Daerah

Bersama Bhayangkari, Polisi di Banda Aceh Gelar Doa Bersama Untuk Korban Banjir