www.Nusaone.id | Meulaboh – Dulunya dikabupaten Aceh Barat cukup dikenal sebagai penghasil buah rumbia dalam jumlah besar, Sehinga seluruh pelosok Aceh dan bahkan Kota Banda Aceh kebagian pasokan buah yang terbilang langka ini, oleh para pedagang.
Namun kini buah rumbia asli dari Kabupaten Teuku Umar ini nyaris hilang dan terbilang langka keberadaanya, tercatat dalam kita 15 Tahun ini buah itu kini tak lagi berbuah.
Hilangnya buah yang sempat menjadi icon Kabupaten Aceh Barat itu bukan saja membuat resah para pedagang rujak, namun wisatawan juga kehilangan buah tangan untuk dibawa pulang bila bertandang di Aceh Barat.
Adalah Adi misalnya, yang merupakan salah seorang penduduk dusun mon kulu Gampong Ladang Kecamatan sama tiga Kabupaten Aceh Barat, Senin(3/11/2025) kepada Nusaone.id menuturkan, kini buah rumbiya ini sudah sangat langka sekali kita temui, hampir dari semua kampung penghasil Buah Rumbia kini sudahbtak kita temukan buah itu.
Hilangnya mata pencaharian petani atas buah itu terjadi setelah Tsunami melanda Aceh Barat lalu, kini mereka hanya berpuas dengan penjualan batang rumbia saja.
” Kini para petani hanya berharap dari penjualan Batang Rumbia saja, selain dapat diolah menjadi sagu ampas yang dihasilkan juga bisa dijadikan pakan ternak “, Tutur Adi.
Laajutnya, biasanya toke membeli Batang Rumbia itu dikisaran Rp 70.000/ Batangnya, dalam satu batang dapat menghasilkan sedikitnya 90 hingga 300 Kg Pati sagu siap jual.
Namun semua tentu dengan proses yang tidak mudah, ” Selain itu daun kita juga dapat menjual kepada pengepul atap rumbiya, biasanya setelah mereka olah satu gagangnya dijual Rp 6000 kepada konsumen yang memerlukannya.
Kini pencaharian petani rumbiya hanya dapat dari penjualan Batang dan daunnya saja kepada pengepul, dulu ketika buah merajai Aceh Barat, sedikitnya jutaan rupiah dapat kita Raup dari penjualan buah.
Kami berharap Dinas pertanian Aceh Barat nantinya dapat menemukan formula terbaik untuk mengembalikan, buah langka yang kerap dijuluki salak Aceh itu.
” Sehingga senyum sumringah petani Rumbiya kembali berarti dan hasilnya dapat mengatarkan putra putri sebagai sarjana di bumoe Teuku Umar “, Demikian Harap Adi mantab.(Penulis : Muhibbul Jamil)
















