JAKARTA – nusaone.id Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Medan menolak gugatan Kekayaan Intelektual (KI) yang diajukan oleh Yudhistira, mantan anggota Ikatan Wartawan Online (IWO), terhadap organisasi tersebut. Putusan dibacakan pada Senin, 20 Oktober 2025, dan menegaskan bahwa logo serta nama IWO sah dimiliki oleh Perkumpulan Wartawan Online.

Gugatan ini berawal dari klaim Yudhistira yang menyatakan memiliki hak cipta atas banner dengan logo IWO. Namun, majelis hakim yang dipimpin Vera Yetti Magdalena, S.H., M.H., bersama dua hakim anggota Erianto Siagian, S.H., M.H. dan Zufida Hanum, S.H., M.H., menilai gugatan tersebut tidak dapat diterima dan menghukum penggugat membayar biaya perkara sebesar Rp486.000.
Kuasa Hukum IWO, Jamhari Kusnadi, S.E., S.H., M.H., mengapresiasi putusan tersebut. Ia menilai keputusan majelis hakim telah mencerminkan keadilan, ketelitian, dan profesionalisme dalam menangani perkara ini.
“Kami percaya proses peradilan berjalan transparan dan berkeadilan. Putusan ini sekaligus menjadi preseden baik bagi dunia hukum di Indonesia,” ujarnya.
Putusan ini memperkuat posisi hukum IWO sebagai organisasi resmi yang diakui secara sah, sekaligus menegaskan bahwa upaya pihak lain yang mencoba mengklaim logo dan nama IWO tidak memiliki dasar hukum yang kuat.
















