Pidie Jaya – nusaone.id
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya meresmikan Jembatan Gantung Garuda yang melintasi Sungai Lueng Putu dan menghubungkan Gampong Udeng dengan Gampong Ara, Kecamatan Bandar Baru. Peresmian jembatan ini menjadi solusi atas keterbatasan akses penyeberangan sungai yang selama ini dihadapi masyarakat setempat.
Peresmian tersebut dilakukan oleh Bupati Pidie Jaya bersama Dandim 0102/Pidie dan Kapolres Pidie Jaya, serta dihadiri unsur Muspika Kecamatan Bandar Baru, para keuchik, aparatur gampong, tokoh masyarakat, dan warga sekitar.

Jembatan Gantung Garuda dibangun melalui Program Sosial Ekspedisi 1.000 Jembatan Gantung untuk Indonesia yang difokuskan pada wilayah dengan tingkat keterisolasian dan risiko keselamatan tinggi akibat minimnya infrastruktur penyeberangan.
Sebelum jembatan ini dibangun, masyarakat Gampong Udeng dan Gampong Ara harus menyeberangi sungai dengan risiko besar, terutama saat musim hujan dan debit air meningkat. Kondisi tersebut kerap menghambat aktivitas pelajar, petani, pedagang, serta warga yang membutuhkan akses pendidikan, kesehatan, dan pelayanan administrasi pemerintahan.
Dengan beroperasinya jembatan tersebut, mobilitas warga kini menjadi lebih aman dan lancar. Selain meningkatkan keselamatan, keberadaan jembatan juga mendukung pertumbuhan ekonomi desa serta memperkuat konektivitas sosial antarwilayah.
Bupati Pidie Jaya menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan mitra sosial. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan yang tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Dandim 0102/Pidie menegaskan keterlibatan TNI dalam pembangunan jembatan merupakan bentuk dukungan terhadap pembangunan wilayah dan penguatan ketahanan sosial masyarakat. Kapolres Pidie Jaya juga mengingatkan masyarakat agar mematuhi aturan keselamatan penggunaan jembatan demi menjaga keberlanjutan fungsi infrastruktur tersebut.
Sebagai langkah pengamanan, pemerintah daerah menetapkan sejumlah ketentuan penggunaan jembatan, antara lain pembatasan jumlah pengguna secara bergantian, larangan membawa beban berlebih, tidak berlari atau melompat di atas jembatan, serta kewajiban pengawasan anak-anak saat melintas. Warga juga diimbau untuk segera melaporkan apabila ditemukan kerusakan kepada pemerintah desa atau kecamatan.
Dengan diresmikannya Jembatan Gantung Garuda, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama TNI dan Polri menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur pedesaan sebagai fondasi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(Prokopim)



















