Headline news// Nusaone.id | PIDIE JAYA — Suasana haru dan khidmat mewarnai kegiatan pelepasan jamaah calon haji Kabupaten Pidie Jaya tahun 2026 yang berlangsung di Gedung MTQ Pidie Jaya pada Minggu malam, 17 Mei 2026, pukul 23.30 WIB. Sebanyak 183 jamaah tercatat sebagai peserta keberangkatan haji tahun ini.
Dari jumlah tersebut, dua jamaah telah diberangkatkan lebih dahulu sehari sebelumnya berdasarkan ketentuan dan prioritas khusus sesuai prosedur penyusunan jadwal keberangkatan haji.
Acara pelepasan dipimpin langsung oleh Bupati Sibral Malasyi dan turut dihadiri Ketua MPU Dr. Haji Abiya Anwar Usman, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala dinas, camat, unsur Forkopimda, pengantar jamaah, serta awak media.
Dalam sambutannya, Bupati Sibral Malasyi menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa kepada seluruh jamaah agar diberikan kemudahan, kesehatan, dan keselamatan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
“Mudah-mudahan seluruh jamaah calon haji dan hajah dari Kabupaten Pidie Jaya serta masyarakat Aceh pada umumnya memperoleh keberkahan dan diterima seluruh amal ibadahnya oleh Allah SWT,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf atas sejumlah kendala teknis selama pelaksanaan acara, terutama terkait keterbatasan tempat duduk bagi jamaah dan tamu undangan.
“Saya merasa prihatin karena masih ada jamaah yang harus duduk di pinggir jalan dan tempat yang kurang memadai. Atas ketidaknyamanan ini, kami atas nama pemerintah daerah memohon maaf sebesar-besarnya,” katanya.
Ia menjelaskan, sebanyak 181 jamaah yang dilepas malam itu langsung diberangkatkan menuju Asrama Haji Banda Aceh dengan estimasi perjalanan sekitar delapan jam. Bupati juga meminta panitia melakukan evaluasi terhadap sistem dan rute perjalanan guna meningkatkan efisiensi dan kenyamanan jamaah, khususnya bagi lansia.
Selain itu, Bupati mengingatkan seluruh pengemudi dan rombongan agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Menurutnya, jalur yang dilalui memiliki tingkat kerawanan kecelakaan yang cukup tinggi.
“Jangan saling mendahului dan jangan memacu kendaraan secara berlebihan. Keselamatan seluruh rombongan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Bupati turut berharap seluruh jamaah dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan khusyuk, tertib, dan sesuai syariat Islam. Pemerintah daerah dan masyarakat Pidie Jaya, katanya, akan terus mendoakan keselamatan serta kelancaran ibadah para jamaah hingga kembali ke tanah air.
Ia juga meminta doa khusus dari para jamaah untuk kemajuan Kabupaten Pidie Jaya agar terhindar dari musibah dan bencana alam, terutama setelah wilayah tersebut sempat dilanda banjir beberapa bulan lalu.
“Kami memohon doa agar Kabupaten Pidie Jaya senantiasa diberikan perlindungan, dijauhkan dari bencana, dan terus berkembang menjadi daerah yang lebih maju,” ucapnya.
Menjelang penutupan sambutan, Bupati mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji, terutama saat wukuf di Arafah yang membutuhkan kesiapan dan stamina yang baik.
Acara pelepasan berlangsung tertib dan penuh haru. Para jamaah tampak antusias menerima nasihat serta doa restu sebelum akhirnya diberangkatkan menuju Asrama Haji Banda Aceh untuk mengikuti tahapan selanjutnya dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.
(Tim Redaksi Putra Chan & Arju Na Fahlefi)


















