Nusaone.id | BANDA ACEH – Tak lama kemudian, tangis bayi pertama terdengar memecah suasana malam di Tol Sibanceh. Beberapa menit berselang, bayi kedua lahir dengan selamat. Suasana di dalam travel pun berubah menjadi haru. Air mata bahagia dan rasa syukur menyelimuti seluruh penumpang.
Di tengah kondisi darurat itu, para penumpang menunjukkan kepedulian luar biasa. Salah satunya Handayani, ASN Dinas Pangan Kutacane, yang turut membantu proses persalinan darurat di dalam mobil. Dengan arahan seorang bidan melalui sambungan telepon, proses persalinan berlangsung penuh perjuangan.
Perjalanan malam mobil travel JRG rute Langsa–Banda Aceh berubah menjadi momen penuh haru ketika dua bayi kembar lahir di tengah perjalanan di ruas Tol Sibanceh, Selasa (12/5/2026) malam.
Kisah kelahiran bayi kembar di travel JRG pun langsung viral di media sosial dan menuai banyak pujian dari masyarakat. Warganet menilai kru travel JRG sigap dan profesional menghadapi kondisi darurat di tengah perjalanan malam.
Ia juga mengapresiasi kesigapan sopir dan kepedulian para penumpang yang saling membantu dalam situasi darurat tersebut. Menurutnya, kejadian itu menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan masih sangat kuat di tengah masyarakat Aceh.
Suasana yang awalnya biasa mendadak berubah panik saat salah seorang penumpang, Syarifah Mariam, mengalami kontraksi hebat di dalam kendaraan. Sopir travel JRG, Qushairy, segera mengambil tindakan cepat dengan menghentikan mobil demi keselamatan ibu dan bayi yang akan dilahirkan.
Bagi keluarga besar JRG, peristiwa tersebut menjadi pengalaman paling emosional sepanjang perjalanan usaha transportasi mereka. Pemilik travel JRG, T Rival Amiruddin, mengaku sangat terharu mendengar kabar kelahiran bayi kembar di armada miliknya.
“Alhamdulillah, ibu dan kedua bayi selamat. Ini momen yang sangat mengharukan bagi keluarga besar JRG. Kami percaya pelayanan bukan hanya soal mengantar penumpang, tetapi juga hadir membantu masyarakat di saat paling penting dalam hidup mereka,” ujar Rival.
Bahkan, salah satu bayi disebut diberi nama Rahayu sebagai simbol keberkahan dan kenangan atas perjalanan penuh haru bersama travel JRG.
Selama ini, travel JRG dikenal sebagai salah satu transportasi andalan masyarakat Aceh untuk perjalanan antarwilayah. Peristiwa tersebut semakin memperlihatkan bahwa sebuah kendaraan bukan hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari kisah hidup masyarakat.
Di tengah panjangnya perjalanan malam dan hiruk pikuk jalan raya, travel JRG membuktikan bahwa terkadang sebuah perjalanan bukan hanya membawa penumpang menuju tujuan, tetapi juga mengantar lahirnya harapan baru.
(**)


















