Home / Daerah / Lingkungan / News / Sosial

Minggu, 19 Oktober 2025 - 22:04 WIB

Kisah di Balik Berdirinya Pusat Pemerintahan Pidie Jaya di Cot Trieng, Meureudu

PIDIE JAYA – nusaone.id Dulu, jalan menuju kawasan ini hanya berupa jalan setapak yang dipenuhi semak dan pematang sawah. Namun kini, Cot Trieng telah memiliki jalan dua jalur yang lebar dan mulus, lengkap dengan penerangan dan drainase modern. Pembangunan infrastruktur ini semakin memperkuat posisi kawasan perkantoran Pidie Jaya sebagai pusat kegiatan pemerintahan yang representatif dan maju.

Siapa sangka, kawasan megah perkantoran Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya di Cot Trieng, Kecamatan Meureudu, dulunya hanyalah hamparan sawah dan kebun milik masyarakat. Area yang kini berdiri megah dengan deretan gedung pemerintahan itu terletak di antara Gampong Manyang Cut dan Manyang Lancok, mengarah ke Gampong Rungkom.

Baca Juga |  Dinsos Aceh Gelar Rakor LKS: Perkuat Peran LKKS

 

Kini, kawasan Cot Trieng telah berubah total. Di lokasi yang dulunya hijau dengan hamparan padi dan kebun produktif, kini berdiri megah Kantor Bupati, Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Gedung Serbaguna, Perpustakaan Daerah, serta berbagai kantor pemerintahan lainnya. Infrastruktur jalan dan taman tertata rapi, menjadikan kawasan ini sebagai ikon baru Kabupaten Pidie Jaya.

 

Menurut cerita warga setempat, lahan di kawasan tersebut dulunya dijual sekitar Rp70.000 per meter, ketika rencana pembangunan pusat pemerintahan mulai digagas pada masa awal berdirinya Kabupaten Pidie Jaya. Sebagian besar pemilik tanah dengan sukarela menyerahkan lahannya demi mendukung pembangunan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Pidie tersebut.

Baca Juga |  ICMI Aceh sarankan porsi Dana Otsus 2026 prioritas untuk Pengentasan Kemiskinan

 

Salah satu tokoh masyarakat Cot Trieng, Abdu Hamid (68), mengenang masa-masa awal pembangunan kawasan itu.

 

Dulu di sini cuma sawah dan kebun, bahkan untuk lewat pun harus jalan kaki di pematang. Waktu pemerintah mau bangun kantor bupati, kami rela jual tanah murah karena kami ingin lihat daerah ini maju,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

 

 

 

Menariknya, pada awal November 2025 mendatang, kawasan ini akan menjadi pusat perhatian seluruh Aceh karena ditunjuk sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 tingkat Provinsi Aceh. Beragam persiapan tengah dilakukan untuk menyambut ajang bergengsi tersebut, yang akan dipusatkan di area perkantoran Cot Trieng dan sekitarnya.

Baca Juga |  Karena Gaduh dan Opini Sesat, Anggaran Publikasi Dipangkas, Pers Kembali Menangis

 

Transformasi Cot Trieng menjadi pusat pemerintahan bukan hanya mencerminkan perubahan fisik wilayah, tetapi juga menjadi simbol kemajuan dan tekad masyarakat Pidie Jaya untuk terus berkembang. Bagi warga lama, kenangan masa lalu tentang sawah dan kebun tetap hidup, namun kini rasa bangga menyelimuti hati mereka saat melihat daerahnya menjelma menjadi pusat aktivitas pemerintahan yang modern dan membanggakan

Share :

Baca Juga

Daerah

Diduga Picu Korban Jiwa, Aktivitas Biji Besi di Abdya Diminta Dihentikan

Daerah

Peusijuek Balee dan Halal Bi Halal ICMI Aceh 1447 H: Silaturrahim Adalah Fondasi Utama Dalam Membangun Organisasi

Daerah

Bangun Sinergi, RAPI Aceh Besar dan Pidie Jaya Diskusikan Langkah Strategis

Daerah

Sinergi Pusat dan Daerah, Fadhlullah Dampingi Fadli Zon Bantu Warga Huntara dan Anak Yatim

Daerah

Hasil Riset Hukum, Kampus UIN Ar-Raniry Masuk Dalam Peringkat 2, Airlangga Posisi Pertama Nasional

Daerah

Perkuat Sinergi, Ketua PW IWO Aceh Sambangi Kantor PD IWO Aceh Barat

Daerah

Residivis Pencurian di Sejumlah Warkop di Banda Aceh Ditangkap Polisi

Daerah

Polresta Banda Aceh Sampaikan Klarifikasi Terkait Penanganan Kasus Pencurian di Warkop Muda Kopi