Home / Daerah / Hukum & Kriminal / News / Opini / Peristiwa / TNI/POLRI

Minggu, 19 Oktober 2025 - 16:48 WIB

Luka Belum Sembuh, Istri Penjaga Kebun Sawit di Subulussalam Masih Trauma Usai Suaminya Dibunuh

SUBULUSSALAM – nusaone.id Tragedi berdarah yang terjadi di kebun sawit Kampong Panglima Sahman, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Delapan bulan berlalu sejak kejadian, Ismawati, istri almarhum Murdadi, mengaku masih dihantui rasa takut dan kesedihan yang belum sirna.

 

Setiap kali saya ditanya bagaimana suami saya dibunuh, rasanya luka itu disobek lagi. Saya tak kuat, tapi saya harus kuat,” ujar Ismawati dengan suara lirih, menahan air mata saat ditemui di rumahnya.

Baca Juga |  Staf dan Pengamanan Wagub Aceh Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Aneka Lomba

 

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis, 13 Februari 2025. Warga Kampong Panglima Sahman digemparkan dengan penemuan jasad Murdadi (30) di kebun sawit yang dijaganya. Tubuh korban ditemukan oleh sang istri dalam kondisi terikat dan bersimbah darah di bawah tumpukan pelepah sawit.

 

Dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, terungkap bahwa motif pembunuhan berakar dari dendam lama dan rasa iri hati. Lebih memilukan lagi, para pelaku merupakan warga satu kampong yang sebelumnya dikenal akrab dengan korban. Mereka pernah duduk bersama dalam satu meja sebelum rasa dengki menumbuhkan niat jahat.

Baca Juga |  Komitmen Bebas Narkoba, Lapas Kelas IIA Banda Aceh gelar tes Urine bagi WBP

 

Penyidik bergerak cepat menindaklanjuti kasus tersebut. Empat hari setelah kejadian, tiga pelaku yang sempat melarikan diri berhasil diringkus di dua lokasi berbeda, yakni Asahan dan Pekanbaru. Ketiganya diketahui bernama Mardoni, Roni, dan Junaidi.

 

Kini, kasus tersebut tengah memasuki tahap persidangan. Ismawati, yang saat itu sedang mengandung, terus mengikuti proses hukum dengan penuh harap agar keadilan ditegakkan untuk mendiang suaminya.

Baca Juga |  Dua Zul Siap Bersaing di Pilchiksung Gampong Rungkom Meureudu

Saya hanya ingin pelaku dihukum setimpal. Tidak ada lagi istri yang kehilangan suaminya dengan cara seperti ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

 

Tragedi ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa rasa iri dan dendam dapat menjerumuskan seseorang pada tindakan keji, yang bukan hanya merenggut nyawa, tetapi juga meninggalkan luka batin mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Share :

Baca Juga

Daerah

Polres Aceh Besar Gelar Simulasi Sispam Mako, Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman

Daerah

Harga Emas Merangkak Naik, BSI Pastikan Stok Emas Aman

Daerah

Ketua MPU Aceh Sebut Kapolda Aceh Pekerja Keras yang Turun Tangan Saat Bencana

Daerah

Didukung Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pidie Jaya Percepat Perbaikan 296 Rumah Rusak

Daerah

Kapolres Pidie Jaya Ikuti Penyerahan Bantuan Rumah Tahap II, Dukung Percepatan Rehabilitasi Pascabencana

Daerah

Pemulihan Pascabanjir Dipercepat, Wagub Aceh Kawal Ketat Penyaluran Bantuan

Daerah

Tukar Mobil Dengan Sabu, IRT Asal Aceh Besar Ditangkap Polisi

Daerah

Sat Reskrim Polres Pidie Bagikan Takjil Door to Door kepada Warga