Home / Headline

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:24 WIB

Musrenbang di Leuser Digelar di Tengah Infrastruktur Nyaris Tak Layak

Nusaone.id| Kutacane– Kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa-desa di Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara (Agara), Provinsi Aceh, berlangsung penuh tantangan dan risiko. Agenda Musrenbang yang dijadwalkan pada Selasa hingga Kamis, 16–18 Desember 2025, menjadi gambaran nyata beratnya kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman perbatasan tersebut.

Perjalanan tim Musrenbang dimulai dari Aceh Tenggara menuju Kecamatan Leuser dengan melewati jalur Lau Baleng, Kabupaten Karo, yang dikenal rusak parah dan berbatu. Hari pertama kegiatan mencakup sejumlah desa, yakni Desa Naga Timbul, Desa Sepakat, Desa Gaye Sendah, Desa Punce Nali, dan Desa Sukadamai.

Setibanya di Desa (Kute) Sepakat, Musrenbang yang dijadwalkan pukul 14.00 WIB terpaksa diundur karena minimnya kehadiran warga yang masih bekerja di kebun. Demi efisiensi waktu, pihak kecamatan bersama pendamping desa dan Ketua APDESI Kecamatan Leuser menyepakati untuk melanjutkan agenda ke Desa Arih Mejile dan Desa Sade Ate.

Baca Juga |  Dinas Sosial Aceh Salurkan Wakaf Al-Qur’an dan Iqra bagi Korban Banjir Pidie Jaya

Rombongan Musrenbang dipimpin oleh Pj. Camat Leuser Usman, S.Hi, dan dihadiri Kapolsek Babul Makmur Ipda Zulfikri, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kute (DPMK) Dedy Rusdian Tanjung, S.E., Zaini dari Inspektorat, Tenaga Ahli P3MD Asri, Kasi PMD Kantor Camat Leuser, serta para pendamping desa.

Usai kegiatan di Desa Sade Ate, rombongan harus kembali melewati jalan tanah yang licin, berlumpur, terjal, dan curam, di tengah hutan dan dalam kondisi hujan gerimis. Perjalanan dilakukan setelah Magrib, dengan pencahayaan minim. Juruwarta media ini bahkan beberapa kali terjatuh dan sepeda motor terbalik akibat kondisi jalan yang ekstrem. Beruntung, warga setempat dengan sukarela memberikan pertolongan.

Baca Juga |  Lampu Hias Percantik Kota Meureudu Jelang MTQ Aceh ke-37

Kondisi geografis desa-desa di Kecamatan Leuser yang berada di kawasan perbukitan, pedalaman, dan perbatasan dengan Kabupaten Karo, Dairi, serta Kota Subulussalam, dinilai sangat memprihatinkan. Daerah ini tergolong terisolir dan terpencil, namun memiliki potensi besar sebagai penghasil jagung, kemiri, kopi, kakao, pisang, dan kelapa sawit.

Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Aceh, dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, terutama dalam pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, penyediaan air bersih, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan.

Adapun desa-desa yang berada di Kecamatan Leuser meliputi Desa Sepakat, Gaye Sendah, Punce Nali, Naga Timbul, Sukadamai, Sade Ate, Arih Mejile, Tunas Mude, Hakhapen, Ukhat Peseluk, Bun-bun Indah, Bun-bun Alas, Lawe Sekhakut, Permata Musara, Tuah Kekhine, Laut Tawakh, Gunung Pakpak, Bukit Bintang Indah, Kane Mende, Tanjung Sari, Bukit Meriah, Kompas, dan Bintang Alga Musara.

Baca Juga |  Muallem–DekFadh Prioritaskan Daerah Terdampak, Langsa Terima Rp250 Juta

Dalam Musrenbang desa, warga mengusulkan berbagai program prioritas, antara lain pembangunan dan rehabilitasi jalan rabat beton, penyediaan air bersih, tangki air, MCK, serta saluran pembuangan air limbah (SPAL).

Salah seorang warga Desa Sade Ate mengungkapkan, untuk berbelanja kebutuhan pokok ke Pekan Lau Baleng, Kabupaten Karo, mereka harus mengeluarkan biaya transportasi pulang-pergi sekitar Rp350.000, mencerminkan mahalnya akses ekonomi akibat buruknya infrastruktur.

Kegiatan Musrenbang ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan di wilayah pedalaman seperti Kecamatan Leuser masih membutuhkan komitmen kuat dan keberpihakan nyata dari pemerintah agar masyarakat tidak terus hidup dalam keterisolasian. (P.Lubis)

Share :

Baca Juga

Daerah

Foreder Abdya Tegaskan Komitmen Pengawasan, Siap Dampingi Masyarakat Bangun Daerah

Headline

Rumah Staf Ahli Bupati Abdya dan Dua Rumah Lain di Banda Aceh Dibobol, Banyak Barang Berharga Dicuri  

Daerah

Prajurit TNI Gugur Dalam Misi Perdamaian PBB Di Lebanon, Satu Personel Kritis

Headline

DPW PKB Aceh Gelar Halal Bihalal Khusus Bersama Pers Aceh, Sebut Media Sebagai Mitra Strategis

Daerah

Diduga Picu Korban Jiwa, Aktivitas Biji Besi di Abdya Diminta Dihentikan

Daerah

Peusijuek Balee dan Halal Bi Halal ICMI Aceh 1447 H: Silaturrahim Adalah Fondasi Utama Dalam Membangun Organisasi

Daerah

Bangun Sinergi, RAPI Aceh Besar dan Pidie Jaya Diskusikan Langkah Strategis

Daerah

Hasil Riset Hukum, Kampus UIN Ar-Raniry Masuk Dalam Peringkat 2, Airlangga Posisi Pertama Nasional