Banda Aceh —nusaone.id – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, meninjau langsung penanganan dan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak di Aceh, Minggu (11/1/2026).
Agenda peninjauan diawali di Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan salah satu daerah terdampak banjir cukup parah. Di lokasi tersebut, Mendagri menyerahkan bantuan logistik sebagai dukungan terhadap proses pembersihan lingkungan dan pemulihan aktivitas masyarakat.

Kunjungan kerja ini menjadi bentuk perhatian serius pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh dalam memastikan proses pemulihan pascabencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran demi mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak.
Mendagri menilai, secara umum proses pemulihan di Aceh Tamiang mulai menunjukkan perkembangan yang positif. Aktivitas pemerintahan berangsur normal, sementara roda perekonomian masyarakat perlahan kembali bergerak.
Usai meninjau Aceh Tamiang, rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah. Setibanya di Bandara Rembele, Mendagri bersama Wakil Gubernur Aceh langsung menuju lokasi pembangunan hunian sementara (huntara) serta posko pengungsian di Desa Tunyang.
Selain menyalurkan bantuan logistik, pemerintah pusat juga telah mengucurkan anggaran tahap awal untuk mendukung pemulihan pascabencana. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk pembayaran gaji aparatur serta perbaikan fasilitas pemerintahan yang terdampak banjir.
Di lokasi huntara, Mendagri dan Wakil Gubernur Aceh berdialog langsung dengan warga terdampak. Dialog tersebut dilakukan untuk mendengarkan aspirasi, keluhan, serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi selama masa pemulihan berlangsung.
Rombongan juga meninjau Jembatan Jamur Ujung yang sebelumnya terputus akibat banjir dan longsor. Saat ini, akses jalur nasional tersebut telah kembali tersambung melalui pembangunan jembatan bailey sebagai solusi sementara.
Mendagri menegaskan, kunjungannya ke Aceh bersama Wakil Gubernur merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar percepatan pemulihan pascabencana di Aceh dapat berjalan optimal dan terpantau langsung di lapangan.
Pemerintah pusat bersama Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hingga masyarakat benar-benar dapat kembali beraktivitas secara normal dan aman.



















