Home / Headline

Selasa, 23 Desember 2025 - 19:07 WIB

Pulang Tak Bernyawa di Usia 22 Tahun, Romi Alfianda Tutup Usia di Gunung Malem

Gambar ilustrasi

Gambar ilustrasi

NusaOne.id | Aceh Jaya – Duka mendalam menyelimuti keluarga dan kerabat Romi Alfianda. Di usia yang masih sangat muda, 22 tahun, Romi harus mengakhiri hidupnya dalam sebuah kecelakaan lalu lintas di Gunung Malem, Kecamatan Setia Bhakti, Kabupaten Aceh Jaya.

Romi Alfianda, sopir minibus trayek Manggeng–Banda Aceh, meninggal dunia setelah kendaraan yang dikemudikannya dihantam sebuah truk dari arah Tapaktuan menuju Banda Aceh, Selasa (23/12) sekitar pukul 03.15 WIB.

Benturan keras tersebut menyebabkan Romi meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, sopir truk dilaporkan hanya mengalami luka ringan.

Baca Juga |  Wagub Aceh Dampingi Menteri, Bantuan Udara Mulai Dikirim

Muhammad (50), saksi mata di lokasi, mengatakan kecelakaan terjadi secara tiba-tiba. Ia sempat melihat truk melaju dalam kondisi oleng sebelum kehilangan kendali dan menabrak mobil KIA berwarna gelap yang dikemudikan korban.

“Truk itu terlihat oleng lalu menghantam mobil dari arah Banda Aceh. Suaranya sangat keras,” ujar Muhammad.

Warga sekitar yang mendengar suara benturan langsung berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan. Namun saat dievakuasi, Romi dinyatakan telah meninggal dunia.

“Warga sempat berupaya menolong korban, tapi sopir mobil KIA sudah tidak bernapas,” tambahnya.

Sosok Anak Baik dan Tulang Punggung Keluarga

Baca Juga |  BPKS Kunjungi SMAN 1 Sabang, Dorong Siswa Raih Beasiswa Luar Negeri

Romi Alfianda merupakan warga Dusun Lembah Sabil, Gampong Cot Bak U, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya. Ia adalah anak sulung dari tiga bersaudara, pasangan Jalita dan Erna.

Meski masih berusia 22 tahun, Romi telah menjadi tulang punggung keluarga. Ia memilih bekerja sebagai sopir demi membantu orang tua dan membiayai pendidikan adik-adiknya.

Di mata rekan-rekannya, Romi dikenal sebagai pribadi periang, ramah, dan ringan tangan. Ia kerap membantu sesama tanpa pamrih.

“Kami kehilangan sosok kawan yang sangat baik. Romi selalu siap menolong dan tidak pernah menyusahkan orang lain,” ujar Rajulis, rekan seprofesi almarhum, dengan penuh haru.

Baca Juga |  Pelajar MIS Balohan mengikuti upacara bendera bersama Deputi Umum BPKS

Pengingat Keselamatan Berkendara

Kepergian Romi menjadi pengingat pentingnya keselamatan di jalan raya, khususnya bagi pengemudi angkutan umum. Diperlukan pengawasan ketat terhadap waktu kerja dan waktu istirahat sopir guna mencegah kecelakaan akibat kelelahan.

Banyak nyawa melayang di jalan raya akibat faktor kelelahan dan kurangnya sistem keselamatan. Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Selamat jalan, Romi Alfianda. Engkau pergi di usia muda, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan sahabat, Al-Fatihah.

(Chairan | Manggeng)

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemulihan Pascabanjir Dipercepat, Wagub Aceh Kawal Ketat Penyaluran Bantuan

Daerah

Tukar Mobil Dengan Sabu, IRT Asal Aceh Besar Ditangkap Polisi

Daerah

Sat Reskrim Polres Pidie Bagikan Takjil Door to Door kepada Warga

Daerah

Guncangan Kuat 10 Detik, Warga Simeulue dan Nias Utara Berhamburan Keluar Rumah

Daerah

Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Simeulue, Warga Panik Keluar Rumah

Daerah

Audiensi Tim Supervisi, Pemkab Pidie Jaya Optimalkan Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Daerah

Dorong Transaksi Digital Saat Lebaran, BYOND dan E-Channel BSI Siap Hadapi Lonjakan Transaksi

Daerah

Pemkab Pidie Jaya Gelar Bukber dan Salurkan Bantuan Operasional di Masjid Iskandar Muda