Pidie Jaya — nusaone.id — Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, dengan Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, kini kembali dapat dilalui oleh masyarakat setelah puluhan tahun sempat terputus akibat terjangan arus sungai pada era 1990-an.
Terputusnya jembatan tersebut pada masa lalu berdampak besar terhadap aktivitas warga. Distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, serta pelayanan sosial antarwilayah menjadi terhambat dan memaksa warga menempuh jalur alternatif yang lebih jauh.
Dengan berfungsinya kembali Jembatan Gantung Garuda, masyarakat di dua gampong kini kembali memiliki akses penghubung vital yang menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME, bersama Dandim 0102/Pidie dan Kapolres Pidie Jaya, meninjau langsung kondisi jembatan tersebut pada Jumat (9/1/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan jembatan aman dan layak digunakan oleh masyarakat.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, jembatan yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat terjangan arus sungai tersebut kini dinilai telah memenuhi standar keamanan dan dapat digunakan kembali oleh warga.
Bupati Sibral Malasyi menyampaikan rasa syukur atas kembalinya fungsi jembatan yang memiliki peran strategis bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa keberadaan Jembatan Gantung Garuda sangat penting dalam mendukung mobilitas warga serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah, jembatan ini sudah bisa kembali dilalui oleh masyarakat Seunong dan Blang Awe. Ini sangat membantu aktivitas warga sehari-hari,” ujar Bupati.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya bersama unsur TNI dan Polri berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan serta perawatan infrastruktur agar Jembatan Gantung Garuda tetap aman, terawat, dan dapat digunakan secara berkelanjutan.
















