Breaking news// nusaone.id – BIREUEN – Ratusan siswa dan siswi di kawasan Simpang Mamplam, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (26/2/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat pembagian makanan pada jam istirahat sekolah. Tidak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, para siswa mulai merasakan gejala mual, muntah, pusing, dan sakit perut.
Melihat banyaknya siswa yang mengalami keluhan serupa, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan awal.
Para siswa yang terdampak pertama kali dibawa ke Puskesmas Simpang Mamplam guna memperoleh pertolongan medis. Di fasilitas kesehatan tingkat pertama itu, petugas melakukan pemeriksaan serta penanganan darurat terhadap para korban.
Namun, karena jumlah korban cukup banyak dan beberapa di antaranya membutuhkan perawatan lebih lanjut, para siswa kemudian dirujuk ke RSUD dr. Fauziah Bireuen untuk mendapatkan penanganan intensif dan observasi medis.
Proses rujukan berlangsung cepat dengan pengawalan serta pengaturan lalu lintas agar ambulans dapat melintas tanpa hambatan menuju rumah sakit di Kota Bireuen.
Dalam proses evakuasi tersebut, JZ01 CZY (Zulfahmi), anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Bireuen yang sedang melaksanakan Bantuan Komunikasi (Bankom), turut membantu membuka jalur dan mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi.
Koordinasi melalui komunikasi radio dinilai sangat efektif dalam mempercepat proses pengiriman pasien dari puskesmas ke rumah sakit rujukan sehingga penanganan medis dapat segera dilakukan.
Sementara itu, pihak sekolah menghentikan sementara distribusi makanan MBG dan mengamankan sampel makanan untuk diperiksa lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut.
Sejumlah orang tua siswa tampak mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi anak-anak mereka. Hingga berita ini diturunkan, sebagian besar siswa dilaporkan dalam kondisi stabil dan masih dalam pengawasan tenaga medis.
Aparat kepolisian menyatakan akan melakukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden tersebut. Pemerintah daerah juga diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.
Penulis: Arju Na Fahlefi
Foto : Zulfahmi
diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (26/2/2026).

















