Home / Daerah / Nasional / News / Opini / Pemerintah Aceh / Politik / Sosial

Kamis, 23 Oktober 2025 - 01:01 WIB

Sibral Malasyi Wakafkan Harta Saat Serangan Fajar, Ajak Politisi Terapkan Keikhlasan dalam Berpolitik

PIDIE JAYA – nusaone.id | Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., kembali menarik perhatian publik melalui pernyataannya yang menyentil praktik politik uang dalam masa kampanye. Hal itu disampaikan Sibral saat menghadiri acara pengukuhan kelembagaan pengawas pemilu di Aula Mapolres Pidie Jaya, Rabu (tanggal acara).

Exif_JPEG_420

Dalam sambutannya, Sibral mengungkap bahwa dirinya pernah mewakafkan sebagian hartanya ketika menghadapi fenomena serangan fajar pada Pemilu 2024. Tindakan tersebut ia lakukan sebagai bentuk keikhlasan dan pengabdian dalam perjuangan politik yang bersih dan bermartabat.

Baca Juga |  Biddokkes Polda Aceh Gelar Pelatihan BTCLS dan Peningkatan Kemampuan Food Safety

 

Saya niatkan semua itu sebagai wakaf harta untuk perjuangan politik yang bersih dan bermartabat. Bukan untuk membeli dukungan, tapi untuk menegakkan nilai keikhlasan,” ujar Sibral di hadapan peserta acara.

 

 

 

Ia menegaskan bahwa politik seharusnya menjadi ladang amal, bukan sarana untuk mencari keuntungan pribadi. Menurutnya, praktik serangan fajar dan politik uang merupakan bentuk penyimpangan dari nilai demokrasi serta kejujuran dalam berkompetisi.

Baca Juga |  Aksi Kemanusiaan dari Simeulue: Putroe Aceh dan Askarima Antar Bantuan Langsung ke Korban Bencana

 

Kalau niatnya benar, politik bisa jadi amal. Tapi kalau tujuannya hanya bagi-bagi uang dan mencari jabatan, maka itu bukan lagi perjuangan, melainkan perdagangan moral,” tambahnya dengan nada tegas.

 

 

 

Acara pengukuhan kelembagaan pengawas pemilu tersebut turut dihadiri oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Pidie Jaya, aparat kepolisian, serta unsur gampong. Dalam forum itu, Sibral juga berpesan agar para pengawas pemilu menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas pengawasan di setiap tahapan pemilu.

Baca Juga |  Kadis PUPR Pidie Ajukan Memori Banding, Penasehat Hukum: Bukti Nyata Tidak Dipertimbangkan Hakim Tipikor

 

Ia menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh calon kepala daerah, tim sukses, dan simpatisan agar meninggalkan praktik politik transaksional dan menggantinya dengan politik keikhlasan serta pengabdian kepada masyarakat.

 

Kalau mau berjuang di politik, niatkan sebagai ibadah. Kalau memberi, niatkan sebagai wakaf, bukan sogokan,” tegasnya.

 

 

 

Dengan pernyataan tersebut, Sibral Malasyi menegaskan komitmennya dalam membangun budaya politik yang bermoral, beretika, dan berintegritas di Kabupaten Pidie Jaya

Share :

Baca Juga

Daerah

Polda Aceh Sebut Bripda Muhammad Rio Disersi, Tiga Kali Sidang KKEP dan Telah PTDH

Daerah

PKBM HABIB ALBY Gelar Healing dan Bagikan Bantuan untuk Anak Korban Banjir di Gampong Beurawang

Daerah

Dua Ruang Kelas dan Mushala SMP 3 Kejuruan Muda Kembali Difungsikan

Daerah

Kapolres Pidie Serahkan Bantuan Bibit Pertanian dari Kapolda Aceh kepada Polsek Jajaran untuk Warga Terdampak Banjir

Daerah

Usai Shalat Jum’at, Warga Beurawang Gelar Makan Bersama di Posko

Daerah

Ribuan Jamaah Hadiri Subuh Berkah Polda Sulteng di Masjid Raya Baitul Khairaat

Daerah

Pergerakan Penyeberangan Naik 35 Persen, Kemenhub Evaluasi Angkutan Nataru 2025/2026

Daerah

Pascabanjir, Polres Pidie Jaya Gunakan Water Cannon Bersihkan Badan Jalan