PIDIE JAYA – nusaone.id | Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., kembali menarik perhatian publik melalui pernyataannya yang menyentil praktik politik uang dalam masa kampanye. Hal itu disampaikan Sibral saat menghadiri acara pengukuhan kelembagaan pengawas pemilu di Aula Mapolres Pidie Jaya, Rabu (tanggal acara).

Dalam sambutannya, Sibral mengungkap bahwa dirinya pernah mewakafkan sebagian hartanya ketika menghadapi fenomena serangan fajar pada Pemilu 2024. Tindakan tersebut ia lakukan sebagai bentuk keikhlasan dan pengabdian dalam perjuangan politik yang bersih dan bermartabat.
Saya niatkan semua itu sebagai wakaf harta untuk perjuangan politik yang bersih dan bermartabat. Bukan untuk membeli dukungan, tapi untuk menegakkan nilai keikhlasan,” ujar Sibral di hadapan peserta acara.
Ia menegaskan bahwa politik seharusnya menjadi ladang amal, bukan sarana untuk mencari keuntungan pribadi. Menurutnya, praktik serangan fajar dan politik uang merupakan bentuk penyimpangan dari nilai demokrasi serta kejujuran dalam berkompetisi.
Kalau niatnya benar, politik bisa jadi amal. Tapi kalau tujuannya hanya bagi-bagi uang dan mencari jabatan, maka itu bukan lagi perjuangan, melainkan perdagangan moral,” tambahnya dengan nada tegas.
Acara pengukuhan kelembagaan pengawas pemilu tersebut turut dihadiri oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Pidie Jaya, aparat kepolisian, serta unsur gampong. Dalam forum itu, Sibral juga berpesan agar para pengawas pemilu menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas pengawasan di setiap tahapan pemilu.
Ia menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh calon kepala daerah, tim sukses, dan simpatisan agar meninggalkan praktik politik transaksional dan menggantinya dengan politik keikhlasan serta pengabdian kepada masyarakat.
Kalau mau berjuang di politik, niatkan sebagai ibadah. Kalau memberi, niatkan sebagai wakaf, bukan sogokan,” tegasnya.
Dengan pernyataan tersebut, Sibral Malasyi menegaskan komitmennya dalam membangun budaya politik yang bermoral, beretika, dan berintegritas di Kabupaten Pidie Jaya
















