PIDIE JAYA – nusaone.id
Suasana penuh kebersamaan tampak mewarnai posko pengungsian pascabanjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya. Para ibu-ibu pengungsi pada Kamis 11 Desember 2025, memainkan peran penting dalam memastikan kebutuhan harian keluarga dan warga lainnya tetap terpenuhi meski berada di tengah kondisi darurat.
Pada malam hari, dapur umum menjadi pusat aktivitas. Para ibu berkumpul menyiapkan sarapan pagi untuk seluruh pengungsi, mulai dari menyiangi bahan makanan hingga memasak hidangan hangat. Bahan pangan yang digunakan berasal dari bantuan donatur dan masyarakat yang terus mengalir ke posko.

Kehadiran dapur umum ini menjadi penopang utama kebutuhan warga, terutama anak-anak dan lansia. Meski fasilitas terbatas, para ibu tetap bekerja dengan semangat, saling membantu dan berbagi tugas demi memastikan tidak ada pengungsi yang melewati pagi dalam kondisi lapar.
Saat beranjak siang, aktivitas berpindah ke pos bantuan pakaian. Para ibu-ibu bersama keluarga lainnya memilih pakaian layak pakai yang disumbangkan masyarakat dari berbagai daerah di Aceh. Bantuan ini sangat berarti karena banyak di antara mereka yang kehilangan seluruh pakaian dan barang pribadi saat banjir menerjang.
Relawan turut mengatur proses distribusi agar berjalan tertib, memberi kesempatan bagi setiap pengungsi untuk mengambil pakaian sesuai kebutuhan. Raut bahagia dan rasa syukur tampak ketika warga menemukan pakaian yang cocok untuk anak atau anggota keluarga mereka.
Aliran bantuan kemanusiaan terus berdatangan ke Pidie Jaya, mulai dari pakaian, makanan siap saji, air mineral, perlengkapan bayi, hingga obat-obatan. Dukungan ini memberikan kelegaan sekaligus harapan baru bagi para pengungsi yang sedang berjuang bangkit dari bencana.
Warga terdampak berharap proses pemulihan dapat segera dipercepat, termasuk perbaikan rumah dan fasilitas umum yang rusak. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh relawan, donatur, dan pihak pemerintah atas kepedulian yang mereka rasakan selama berada di posko pengungsian.















