nusaone.id – Pidie Jaya – Tiga bulan pasca banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh pada 26 November 2025, masyarakat korban terdampak hingga kini mengeluhkan belum cairnya dana Jatah Hidup (Jadup) yang sebelumnya dijanjikan pemerintah. Bantuan tersebut diperuntukkan membantu kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Banjir yang menerjang sejumlah gampong di wilayah Kabupaten Pidie Jaya menyebabkan ratusan rumah warga terendam, bahkan sebagian mengalami kerusakan berat. Saat peristiwa terjadi, warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman sembari menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.
Dana Jadup sejatinya diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar korban, seperti pangan, sandang, dan kebutuhan mendesak lainnya selama masa pemulihan. Bantuan ini menjadi salah satu bentuk respons pemerintah terhadap warga terdampak bencana.
Namun hingga Rabu (25/2/2026), dana tersebut belum juga diterima masyarakat. Kondisi ini memunculkan kekecewaan dan tanda tanya di kalangan korban yang masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi keluarga mereka.
Ironisnya, sebagian warga mengaku telah diminta melengkapi berbagai persyaratan administrasi agar proses pencairan dapat segera dilakukan. Mereka mengikuti seluruh prosedur yang ditentukan dengan harapan bantuan bisa cepat diterima.
Bahkan, sejumlah korban harus membuka rekening bank baru sebagai syarat pencairan dana melalui sistem transfer. Upaya tersebut dilakukan meski harus mengeluarkan biaya tambahan dan menempuh jarak yang cukup jauh ke kantor bank terdekat.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menuturkan, proses pembuatan rekening bukan perkara mudah bagi masyarakat yang tinggal di daerah pedalaman dengan keterbatasan akses transportasi dan ekonomi.
“Kami sudah buat rekening supaya dana cepat cair, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” ujarnya dengan nada kecewa.
Selain kerusakan rumah dan kehilangan harta benda, warga juga mengalami penurunan pendapatan akibat aktivitas ekonomi yang terganggu pasca banjir. Sebagian besar masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan pedagang kecil masih kesulitan bangkit.
Tokoh masyarakat setempat berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian terkait jadwal pencairan dana Jadup agar keresahan warga tidak terus berlarut. Kepastian informasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai kendala teknis maupun administrasi yang menyebabkan keterlambatan pencairan bantuan tersebut. Warga berharap proses penyaluran dana Jadup segera dituntaskan agar beban korban banjir dapat diringankan dan pemulihan kehidupan berjalan lebih cepat.
Penulis &foto : Arju Na Fahlefi
Bantuan tersebut diperuntukkan membantu kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Banjir yang menerjang sejumlah gampong di wilayah Kabupaten Pidie Jaya menyebabkan ratusan rumah warga terendam, bahkan sebagian mengalami kerusakan berat.


















