Banda Aceh – nusaone.id
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D, menerima gelar kehormatan “Petua Panglima Hukom Nanggroe” dari Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar. Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di Gedung Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Banda Aceh.
Turut hadir Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, ST, MM, bersama Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Pidie Jaya, M. Riza Andika, S.Sos, M.Si, mewakili Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk memberikan dukungan dan apresiasi atas penghargaan tersebut.
Wakil Bupati Hasan Basri menyampaikan bahwa pemberian gelar ini merupakan kehormatan besar yang membanggakan masyarakat Aceh, khususnya Pidie Jaya.
Gelar Petua Panglima Hukom Nanggroe merupakan bentuk penghormatan yang tinggi dari Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar melalui lembaga resmi Wali Nanggroe Aceh yang diakui secara sosial dan memiliki legitimasi hukum melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dalam sambutannya mengatakan bahwa penghargaan ini menjadi bukti pengakuan atas jasa besar Mendagri Tito Karnavian terhadap Aceh.
Beliau telah banyak memberikan perhatian dan dukungan terhadap pembangunan, penegakan hukum, serta pelestarian nilai-nilai adat di Aceh,” tutur Fadhlullah.
Pemberian gelar kehormatan “Petua Panglima Hukom Nanggroe” menjadi simbol sinergi antara Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat dalam memperkuat nilai adat, hukum, serta budaya Aceh sebagai bagian dari identitas bangsa.
Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, tokoh adat, dan tamu undangan yang hadir memberikan ucapan selamat kepada Mendagri atas gelar kehormatan yang diterimanya















