nusaone.id – Jakarta, 24 Februari 2026 – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, melakukan audiensi dengan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Selasa (24/2/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan pendidikan syariat dan rencana pembentukan Lapas Syari’ah di Aceh.
Audiensi yang berlangsung pukul 14.00–15.30 WIB itu turut didampingi Ketua Gemira Aceh Nazaruddin Yahya, Lc, serta Sekjen Gemira Aceh Rasyid Bancin. Silaturrahmi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan Aceh menyampaikan sejumlah program prioritas di bidang keagamaan dan pendidikan. Fokus pembahasan diarahkan pada integrasi pendidikan agama dan umum dalam satu sistem terpadu.
Sekjen Gemira Aceh Rasyid Bancin mengusulkan konsep Madrasah Terintegrasi Inovasi yang terinspirasi dari program Sekolah Terintegrasi yang diwacanakan Presiden Prabowo Subianto. Program ini dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat Aceh dalam menerapkan syariat tanpa meninggalkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut Rasyid, integrasi kurikulum menjadi kunci dalam mencetak generasi Aceh yang religius, unggul, dan kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyoroti gagasan pembentukan Lapas Syari’ah sebagai lembaga pemasyarakatan yang terintegrasi dengan sistem nasional, namun secara khusus menangani pelanggar qanun syariat.
Ia menjelaskan bahwa Lapas Syari’ah diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani hukuman, tetapi juga menjadi pusat pembinaan dan rehabilitasi berbasis nilai-nilai Islam.
Ketua Gemira Aceh Nazaruddin Yahya menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi Pemerintah Aceh dengan Kementerian Agama RI.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk merealisasikan berbagai program strategis di bidang pendidikan dan keagamaan di Aceh.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik berbagai gagasan yang disampaikan dalam audiensi tersebut dan menyatakan ketertarikannya terhadap konsep Madrasah Terintegrasi Inovasi serta Lapas Syari’ah.
Ia juga berkomitmen untuk mengkaji dan mempelajari usulan tersebut sesuai regulasi yang berlaku, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh dan tetap sejalan dengan kebijakan nasional.
(**)


















