Headline news//nusaone.id – Bireun– Pembersihan material sisa banjir di kawasan Krueng Beukah, tepatnya di kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireun, terus berlangsung intensif, Sabtu (11/04/2026).
Kegiatan ini dilakukan pascabanjir susulan yang terjadi pada 7 April 2026 lalu dan menyebabkan aliran sungai tersumbat oleh kayu serta sampah.
Sejumlah titik yang terdampak paling parah menjadi fokus utama pembersihan, khususnya di badan sungai dan area sekitar jembatan di wilayah tersebut.
Keuchik Muna, selaku Kepala Desa Gampong Krueng Beukah, menyampaikan bahwa pembersihan ini sangat penting untuk mencegah dampak lanjutan yang bisa merugikan masyarakat.
Menurutnya, material kayu yang menumpuk akibat banjir berpotensi menghambat aliran air dan memicu banjir susulan jika tidak segera ditangani.
Proses pembersihan dilakukan oleh pihak terkait dengan mengerahkan alat berat jenis ekskavator guna mempercepat evakuasi material dari aliran sungai.
Dari pantauan di lokasi, ekskavator terlihat aktif mengangkat kayu gelondongan, ranting, dan puing yang menumpuk akibat terbawa arus deras.
Seorang anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) wilayah Bireuen, JZ01 FKH, yang melintas di lokasi saat melakukan pemantauan turut menyaksikan langsung kegiatan tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa proses pembersihan berjalan lancar dengan dukungan alat berat yang bekerja secara maksimal di lapangan.
Selain untuk mengembalikan fungsi sungai agar aliran air kembali normal, pembersihan ini juga bertujuan menjaga keamanan infrastruktur seperti jembatan dari ancaman kerusakan.
Hingga saat ini, proses pembersihan masih terus berlangsung secara bertahap hingga seluruh material penghalang berhasil dievakuasi, sementara warga berharap kondisi segera pulih dan risiko banjir dapat diminimalisir di masa mendatang.
(Tim Redaksi Arju Na Fahlefi)
Foto Ahyar
Keuchik Muna Gampong Krueng Beukah juga seorang anggota Rapi jz01 FMN mengucapkan ribuan terimakasih kepada pemerintah dengan segera melakukan pembersihan alur sungai yang tertimpulnya kayu disungai pasca banjir susulan.

















