Home / Opini / Pendidikan

Selasa, 21 April 2026 - 20:21 WIB

Disertasi Alumni Dayah Ungkap Konsep Hibrid, Sidang Berlangsung Dinamis

nusaone – Banda Aceh — Sidang terbuka disertasi Tgk Azmi Yudha Zulfikar, alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, berlangsung dinamis dan penuh perdebatan akademik di Aula Lantai 3 Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa (21/4/2026).

Forum ilmiah tersebut menghadirkan sejumlah guru besar sebagai penguji yang menguji secara kritis kebaruan (novelty) penelitian yang diusung promovendus. Diskusi berlangsung alot dengan berbagai pertanyaan mendalam terkait substansi disertasi.

Baca Juga |  Anak-Anak Pengungsi Jadi Fokus Trauma Healing Polri dan Bhayangkari

Disertasi berjudul “Analisis Salafiyah Kompetensi Lulusan Dayah Era Globalisasi” dipimpin Ketua Sidang Prof. Eka Sri Mulyani. Sejumlah penguji turut hadir, termasuk Prof. Muntasir A. Kadir sebagai penguji eksternal.

Sejak awal sidang, Prof. Muntasir langsung menyoroti posisi kebaruan penelitian. Ia mempertanyakan apakah konsep kompetensi lulusan dayah yang diajukan benar-benar menawarkan perspektif baru dalam kajian pendidikan Islam.

“Di mana letak novelty yang membedakan penelitian ini dari kajian sebelumnya tentang dayah?” ujar Prof. Muntasir dalam forum tersebut.

Baca Juga |  Polres Pidie Jaya Gelar Binrohtal dan Santunan Anak Yatim untuk Tingkatkan Kepedulian Sosial

Menanggapi hal itu, Azmi menjelaskan bahwa penelitiannya merekonstruksi konsep kompetensi dari perspektif epistemologi dayah salafiyah, bukan sekadar dalam kerangka administratif atau vokasional.

Menurutnya, kompetensi lulusan dayah mencakup kemampuan memahami realitas sosial dengan pendekatan keilmuan Islam serta berperan sebagai rujukan moral di tengah masyarakat.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan melibatkan 15 alumni dari tiga dayah di Aceh. Hasilnya menunjukkan lulusan dayah memiliki kekuatan keilmuan agama yang terbangun dari tradisi kitab kuning, adab, dan disiplin keagamaan.

Baca Juga |  Wagub Aceh Terima UHC Awards 2026 di Jakarta

Dalam kesimpulannya, Azmi menegaskan konsep kompetensi hibrid sebagai novelty utama, yakni perpaduan antara kekuatan tradisi keilmuan klasik dengan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan global, sehingga lulusan dayah tetap relevan di berbagai sektor kehidupan.

 

(**)

 

 

 

Share :

Baca Juga

Nasional

Sinergi Pusat dan Daerah, Aksi Praja IPDN di Aceh Tamiang Dapat Pujian

Opini

Fadlullah Pastikan Bantuan Rumah Korban Bencana Tersalurkan Tepat Sasaran

Nasional

IWO Aceh Gaungkan Semangat Raden Ajeng Kartini dalam Jurnalisme Berkualitas

Opini

Aceh — Mendagri dan Wagub Aceh Pastikan Pemulihan Pascabencana Tepat Sasaran

Pemerintah Aceh

Bupati Pidie Jaya Lantik 42 Kepala Sekolah, Serahkan Japakeh Award Lingkungan Pidie Jaya

Pemerintah Aceh

Bupati Pidie Jaya Lantik dan Rotasi Puluhan Kepala Sekolah, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Opini

Fadhlullah Dampingi Tito di APEKSI 2026, Soroti Tata Kota dan Urbanisasi

Opini

Fadhlullah Akhiri Polemik APBK Aceh Singkil 2026 Lewat Mediasi