nusaone.id – Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendampingi Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 yang digelar di Banda Aceh, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi para kepala daerah untuk membahas arah pembangunan kota di tengah tantangan urbanisasi yang terus meningkat, serta pentingnya penguatan kapasitas fiskal daerah.
Dalam arahannya, Tito Karnavian menyoroti pesatnya pertumbuhan penduduk perkotaan di Indonesia. Ia menyebutkan, lebih dari separuh penduduk kini tinggal di wilayah kota, sehingga diperlukan perencanaan yang matang agar urbanisasi tidak menimbulkan persoalan baru.
“Tata kelola kota harus dirancang dengan baik, termasuk penyediaan ruang terbuka hijau, sistem transportasi yang ramah, serta lingkungan yang sehat bagi masyarakat,” ujar Tito.
Selain itu, Tito juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan tata ruang. Menurutnya, pengembangan kawasan bisnis harus tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Ia turut menekankan pentingnya integritas pemerintah daerah dalam pengelolaan anggaran, serta peran aktif dalam mengendalikan inflasi guna menjaga stabilitas ekonomi di daerah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyambut baik pelaksanaan APEKSI di Banda Aceh. Ia menilai forum ini menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar pemerintah kota di Indonesia.
“Melalui forum ini, kita bisa saling berbagi pengalaman dan memperkuat kapasitas daerah dalam mewujudkan pembangunan kota yang tangguh dan berkelanjutan,” kata Fadhlullah.
Rangkaian kegiatan APEKSI 2026 juga diisi dengan diskusi kebijakan, pertukaran gagasan antar daerah, serta aksi simbolis berupa penanaman pohon sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Diharapkan, hasil dari pertemuan ini mampu melahirkan rekomendasi konkret yang dapat mendorong terwujudnya kota-kota yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
(**)


















