BANDA ACEH — nusaone.id Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, turun tangan langsung mengatasi kendala lahan yang masih menghambat penyelesaian Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) seksi Padang Tiji–Seulimuem. Langkah ini diambil setelah membahas percepatan penyelesaian proyek tol tersebut bersama Tim Direktorat IV Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intelijen) di Kantor Gubernur Aceh, Senin (27/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Fadhlullah menjelaskan bahwa masih terdapat 24 bidang tanah di ruas Seulimuem–Padang Tiji yang belum tuntas pembebasan lahannya. Kondisi ini menyebabkan sebagian pekerjaan konstruksi tertunda, sehingga pembukaan jalan tol belum dapat dilakukan secara penuh.
Kita ingin proses ini segera tuntas. Masyarakat juga menantikan jalan tol ini beroperasi karena akan memangkas waktu tempuh Banda Aceh–Pidie secara signifikan,” ujar Fadhlullah.
Menanggapi permintaan Tim JAM Intelijen agar Uji Laik Fungsi (ULF) dapat dilakukan paling lambat pada November mendatang, Wagub Aceh meminta Pemkab Pidie dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pidie segera menuntaskan musyawarah dengan masyarakat pemilik lahan. Ia juga menegaskan kesiapannya untuk turun langsung ke lapangan bersama Forkopimda Aceh guna mencari solusi terbaik.
Saya akan datang langsung bersama jajaran Forkopimda Aceh untuk bermusyawarah dan mencari jalan keluar terbaik atas kendala lahan yang belum terselesaikan,” tegasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Kasubdit Pengamanan Pembangunan Infrastruktur dan Telekomunikasi, Imran Yusuf; Kasi Transportasi, Ginanjar Damar Pamenang; serta Jaksa Ahli Madya, Taufiq Ibnugroho dari Direktorat IV JAM Intelijen. Hadir pula perwakilan Pemerintah Aceh, Pemkab Pidie, BPN Pidie, dan Project Director Tol Sibanceh PT Hutama Karya.
Sebagai proyek strategis nasional (PSN), Jalan Tol Sibanceh merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh dan sekitarnya.


















