Home / Daerah / Lingkungan / Nasional / News / Opini / Sosial

Rabu, 29 Oktober 2025 - 23:35 WIB

Pembangunan Tol Sibanceh Tersendat, Wagub Aceh Turun Tangan Dengar Keluhan Warga

PIDIE – nusaone.id 29 Oktober 2025

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, turun langsung ke lapangan untuk menampung keluhan masyarakat pemilik lahan garapan yang belum menerima ganti rugi pada proyek Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh), khususnya di seksi Padang Tiji–Seulimuem.

Pertemuan berlangsung pada Rabu (29/10/2025) di Warkop SPBU Gintong, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie. Kegiatan ini dihadiri sejumlah pihak terkait, di antaranya Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, Wakil Bupati Pidie Alzaizi, unsur Forkopimda Aceh dan Pidie, serta aparatur gampong terdampak.

Baca Juga |  Personel Polres Pidie Gotong Royong Bersihkan Saluran Air Terdampak Banjir

 

Dalam dialog terbuka tersebut, masyarakat menyampaikan keluhan mengenai nilai ganti rugi tanam tumbuh yang dinilai terlalu rendah.

Salah satu warga, Ayah Musa Ibrahim, menuturkan bahwa harga tanahnya hanya dihargai antara Rp7 ribu hingga Rp17 ribu per meter.

“Harga itu tidak sebanding dengan nilai sebenarnya. Kami berharap pemerintah meninjau ulang agar nilainya lebih layak,” ujarnya.

 

Menanggapi hal itu, Kepala Kejaksaan Negeri Pidie, Suhendra, menjelaskan bahwa penilaian harga tanaman tumbuh dilakukan berdasarkan ketentuan resmi, dengan mempertimbangkan lokasi serta jenis tanaman yang ada.

Baca Juga |  Dinsos Bireuen Perkuat Peran PSM Untuk Tingkatkan Akurasi Data dan Pemantapan Bantuan Berbasis DTKS

 

Wagub Fadhlullah menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dan akan menindaklanjuti aspirasi warga dengan menggelar rapat lanjutan pada Kamis (30/10/2025). Rapat tersebut akan mempertemukan masyarakat dengan perwakilan dari Kementerian Kehutanan, Kementerian PUPR, BPN, dan Kejaksaan Agung untuk mencari solusi yang adil dan cepat.

 

Sementara itu, Project Director PT Hutama Karya, Slamet, menyampaikan bahwa pembangunan tol pada seksi Padang Tiji–Seulimuem masih terkendala 22 bidang tanah prioritas yang belum selesai ganti rugi tanam tumbuhnya, serta empat akses perlintasan dan tiga lereng tegak yang belum memenuhi uji layak fungsional.

Baca Juga |  Operasi Zebra Seulawah 2025 Dimulai, Pengendara Diimbau Lengkapi Surat dan Tertib Berlalu Lintas

 

Menurut Fadhlullah, penyelesaian permasalahan pembebasan lahan ini penting agar pembangunan tol yang sempat tertunda selama dua tahun dapat segera dilanjutkan demi kepentingan masyarakat dan kemajuan Aceh.

Share :

Baca Juga

Daerah

Normalisasi Sungai dan Perbaikan Jembatan Jadi Prioritas Pemulihan di Pidie Jaya

Daerah

Muallem–DekFadh Prioritaskan Daerah Terdampak, Langsa Terima Rp250 Juta

Daerah

Chairan Manggeng Tegaskan Komitmen PW IWO Aceh Bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Aceh

Daerah

IWO Aceh Dampingi Safari Ramadhan Pemprov 2026

Daerah

Inflasi Aceh Naik, Wagub Fadhlullah Minta Operasi Pasar Diperkuat

Daerah

Satgas PRRP Tinjau Huntara dan Infrastruktur, Kapolres Pidie Jaya Pastikan Pengamanan Proyek

Daerah

Menko Polkam Tinjau Progres Pembangunan IKN, Optimistis Siap Jadi Pusat Pemerintahan Modern

Daerah

Konflik Global Memanas, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi Lewat Kilang Balikpapan