Home / Daerah / Lingkungan / Nasional / News / Opini / Pemerintah Aceh / Peristiwa / Sosial

Minggu, 28 Desember 2025 - 22:21 WIB

ASD Tegaskan Pernyataan Wagub Aceh Bukan Permintaan Tambahan BKO

BANDA ACEH – nusaone.id

Aceh Social Development (ASD) menegaskan bahwa pernyataan Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, tidak pernah dimaksudkan sebagai permintaan tambahan pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO). Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya narasi menyesatkan yang berkembang di ruang publik dan media sosial.

Direktur ASD, Nasrul Sufi, menilai polemik yang muncul merupakan akibat dari distorsi makna dan reduksi konteks terhadap pernyataan Wakil Gubernur Aceh. Menurutnya, framing yang berkembang telah mengaburkan substansi utama, yakni penanganan kondisi darurat bencana di Aceh.

Baca Juga |  IWO Salurkan Bantuan Tahap II untuk Anggota Terdampak Bencana di Aceh Timur

Nasrul menjelaskan, narasi soal permintaan tambahan BKO telah keluar dari pendekatan kemanusiaan (humanitarian approach) yang menjadi dasar pernyataan Wakil Gubernur Aceh. Ia menilai informasi tersebut tidak berbasis fakta dan berpotensi menyesatkan opini publik.

“Ini bukan sekadar perbedaan tafsir, tetapi sudah masuk ke wilayah delegitimasi narasi kemanusiaan dan mengarah pada fitnah personal terhadap Wakil Gubernur Aceh. Padahal konteksnya jelas, yaitu situasi darurat bencana dan kebutuhan percepatan penanganan korban,” tegas Nasrul Sufi, Minggu (28/12).

Baca Juga |  Alumni Leting 94 dan Warga Gampong Blang Meurah Dua Bersiap Semarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW

Ia menambahkan, penyebaran narasi yang tidak utuh berpotensi mengalihkan perhatian publik dari upaya penyelamatan warga serta pemulihan sosial pascabencana yang sedang berlangsung.

Karena itu, ASD mendesak pihak-pihak yang telah menyebarkan informasi keliru tersebut untuk menunjukkan tanggung jawab etik dan moral dengan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media massa.

“Permintaan maaf terbuka penting sebagai bentuk pemulihan nama baik, sekaligus koreksi atas informasi yang telah terlanjur beredar di ruang publik. Ini juga menjadi pembelajaran agar isu kemanusiaan tidak dijadikan alat politisasi,” ujarnya.

Baca Juga |  Menjaga Marwah di Tengah Bencana, Pesan Filosofis Abiya Jeunib untuk Orang Aceh

ASD menegaskan bahwa kebebasan berpendapat harus tetap berada dalam koridor akuntabilitas informasi, etika publik, dan prinsip kehati-hatian, terutama ketika masyarakat Aceh tengah berada dalam situasi krisis akibat bencana.

Lebih lanjut, ASD mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh publik, serta media massa untuk mengakhiri polemik yang kontraproduktif dan mengembalikan fokus pada penyelamatan warga, pemulihan sosial, serta penguatan solidaritas kemanusiaan.

Share :

Baca Juga

Daerah

Foreder Abdya Tegaskan Komitmen Pengawasan, Siap Dampingi Masyarakat Bangun Daerah

Headline

Rumah Staf Ahli Bupati Abdya dan Dua Rumah Lain di Banda Aceh Dibobol, Banyak Barang Berharga Dicuri  

Daerah

Prajurit TNI Gugur Dalam Misi Perdamaian PBB Di Lebanon, Satu Personel Kritis

Daerah

Diduga Picu Korban Jiwa, Aktivitas Biji Besi di Abdya Diminta Dihentikan

Daerah

Peusijuek Balee dan Halal Bi Halal ICMI Aceh 1447 H: Silaturrahim Adalah Fondasi Utama Dalam Membangun Organisasi

Daerah

Bangun Sinergi, RAPI Aceh Besar dan Pidie Jaya Diskusikan Langkah Strategis

Daerah

Sinergi Pusat dan Daerah, Fadhlullah Dampingi Fadli Zon Bantu Warga Huntara dan Anak Yatim

Daerah

Hasil Riset Hukum, Kampus UIN Ar-Raniry Masuk Dalam Peringkat 2, Airlangga Posisi Pertama Nasional