Home / Daerah / Kesehatan / Lingkungan / Nasional / News / Opini / Pemerintah Aceh / Peristiwa / Sosial

Rabu, 31 Desember 2025 - 15:11 WIB

PDAM Beurawang Lumpuh Pascabanjir Bandang, Wabup Pidie Jaya Wanti-wanti Krisis Kesehatan

PIDIE JAYA – nusaone.id

Kerusakan total instalasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Beurawang di Kecamatan Meureudu akibat banjir bandang dinilai telah memasuki kondisi darurat. Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, ST, MM, memperingatkan bahwa keterlambatan pembangunan PDAM baru di lokasi yang aman berpotensi memicu krisis kesehatan serius di tengah masyarakat.

Wakil Bupati menyampaikan, secara teknis PDAM Beurawang sudah tidak memungkinkan lagi untuk diperbaiki. Selain mengalami kerusakan berat, letaknya yang berada di kawasan rawan bencana menjadikan fasilitas tersebut sangat berisiko jika tetap dipertahankan sebagai sumber pelayanan air bersih.

Baca Juga |  Semarak HUT Imipas ke-1, Rutan IIB Banda Aceh Bantu Dayah Bustanul Muttaqin

“Ini sudah kondisi darurat. Tanpa air bersih, yang terancam bukan hanya aktivitas warga, tetapi kesehatan masyarakat secara luas. Penyakit akan mudah muncul, sanitasi memburuk, dan yang paling rentan adalah anak-anak serta lansia,” tegas Hasan Basri, Selasa (31/12/2025).

Ia menegaskan, pembangunan PDAM baru tidak boleh diperlakukan sebagai proyek biasa, melainkan harus menjadi program darurat pemulihan kesehatan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya telah mendorong penetapan lokasi PDAM baru di kawasan yang dinilai lebih aman dari ancaman bencana.

Baca Juga |  Polwan Polres Pidie Jaya Gelar Patroli dan Jumat Berkah, Wujudkan Polisi Peduli dan Humanis

Selain itu, pembangunan PDAM baru direncanakan terintegrasi dengan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak banjir bandang. Menurut Wabup, pembangunan hunian tanpa dukungan air bersih yang memadai hanya akan memunculkan persoalan kesehatan baru.

“Membangun Huntap tanpa air bersih adalah kesalahan besar. Tanpa PDAM yang aman dan berfungsi, kita hanya memindahkan warga ke lokasi baru dengan potensi krisis kesehatan baru,” ujarnya.

Baca Juga |  Jelang Mudik Lebaran 2026, Jasa Raharja Siagakan 50 Personel dan Perkuat Layanan Santunan di Aceh

Wakil Bupati juga mendesak pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh untuk segera memberikan dukungan nyata, baik melalui kebijakan maupun anggaran, guna memastikan akses air bersih yang layak bagi masyarakat Pidie Jaya.

“Ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan keselamatan rakyat. Negara tidak boleh menunggu sampai masyarakat jatuh sakit baru bertindak,” pungkasnya.

 

(Prokopimda)

Share :

Baca Juga

Daerah

UIN Ar-Raniry Menargetkan Peningkatan Dana Riset MoRA The AIR Funds 2026

Daerah

Bahas Inflasi, Penanganan Bencana dan Persiapan Nuzulul Qur’an, Kapolda Aceh Hadiri Rapat Bersama Forkopimda Aceh

Daerah

H. Sibral Malasyi dan Hasan Basri Tinjau Langsung Huntara dan Infrastruktur Rusak di Pidie Jaya

Daerah

Normalisasi Sungai dan Perbaikan Jembatan Jadi Prioritas Pemulihan di Pidie Jaya

Daerah

Muallem–DekFadh Prioritaskan Daerah Terdampak, Langsa Terima Rp250 Juta

Daerah

Chairan Manggeng Tegaskan Komitmen PW IWO Aceh Bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Aceh

Daerah

IWO Aceh Dampingi Safari Ramadhan Pemprov 2026

Daerah

Inflasi Aceh Naik, Wagub Fadhlullah Minta Operasi Pasar Diperkuat