Banda Aceh — nusaone.id
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas keputusan mengembalikan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) Aceh sebesar Rp1,7 triliun pada Tahun Anggaran 2026.
Anggaran TKD Aceh sebelumnya sempat dipangkas akibat efisiensi fiskal nasional. Namun, melalui komunikasi intensif Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan Presiden, anggaran Aceh kini kembali utuh.
Pengembalian TKD Aceh diputuskan dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR RI dan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang digelar di Banda Aceh. Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memastikan alokasi anggaran Aceh tidak dipotong.
Fadhlullah menekankan percepatan pencairan bantuan pascabencana, termasuk uang harian Rp15 ribu per jiwa bagi korban rumah rusak berat, agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di pengungsian.
Selain itu, Wagub Aceh menyoroti besaran bantuan pembangunan rumah layak huni dari pemerintah pusat. Saat ini, bantuan masih Rp60 juta untuk rumah rusak berat, Rp30 juta rusak sedang, dan Rp15 juta rusak ringan, sementara standar pembangunan rumah layak huni di Aceh mencapai Rp98 juta per unit. Fadhlullah berharap besaran bantuan dapat disesuaikan agar pemulihan pascabencana lebih cepat dan berkualitas.
“Dengan kembalinya TKD Aceh, kami optimistis proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dapat berjalan lebih lancar dan efektif,” pungkas Fadhlullah.



















