nusaone.id – Blang Pidie— Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar tradisi Meuseuraya Toet Lemang dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 daerah tersebut, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan dipusatkan di bantaran Sungai Krueng Beukah, Gampong Lhung Asan dan Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie.
Ketua Panitia HUT ke-24 Abdya, Jufri Yusuf, mengatakan sebanyak 17 ribu batang lemang disiapkan untuk dibakar secara massal. Jumlah tersebut ditargetkan dapat memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
“Lemang yang akan dibakar mencapai 17 ribu batang sebagai bagian dari upaya kita mencetak rekor MURI,” ujar Jufri, Jumat (24/4/2026).
Selain itu, panitia juga menyiapkan 34 ribu bungkus tape beras sebagai pelengkap. Menurut Jufri, lemang dan tape merupakan sajian khas yang tidak terpisahkan dalam tradisi masyarakat Aceh.
“Makan lemang tanpa tape terasa kurang lengkap. Ini sudah menjadi tradisi turun-temurun di tengah masyarakat,” katanya.
Pemerintah Abdya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan meramaikan kegiatan tersebut. Selain menikmati kuliner khas secara gratis, masyarakat juga diharapkan dapat mempererat kebersamaan melalui tradisi meuseuraya.
Lebih lanjut, Jufri menyebutkan bahwa Meuseuraya Toet Lemang tidak hanya menghadirkan cita rasa kuliner, tetapi juga menjadi simbol identitas dan kekuatan sosial masyarakat Abdya. Tradisi ini dinilai mampu menjaga nilai-nilai budaya sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengenal kembali akar budaya mereka, sehingga tradisi leumang tetap hidup sebagai identitas masyarakat Abdya,” pungkasnya.
(**)


















