Home / Ekonomi Bisnis

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:55 WIB

Kisah di Balik Nama “JANENG”: Jejak Persahabatan dari Kuala Pidie

NusaOne | Pidie – Sebuah nama panggilan seringkali tidak lahir begitu saja. Di balik sebutan “JANENG” yang kini melekat pada Muhammad Junaidi, tersimpan kisah panjang tentang persahabatan, kebiasaan, dan interaksi sosial yang bermula dari sebuah bangunan sederhana di Kuala Pidie.

Pada masa lalu, sebuah bangunan di Kuala Pidie difungsikan sebagai kantor sekaligus tempat berkumpul bagi sejumlah rekan. Mereka datang dari berbagai latar belakang profesi – mulai dari tukang las, pekerja swasta, hingga anggota TNI. Tempat itu menjadi ruang untuk berdiskusi, bercanda, dan merasakan kebersamaan.

Di antara mereka ada M. Dahlan, sosok yang dikenal luas di lingkungan tersebut. Ia merupakan pemilik bengkel las yang berlokasi di depan Pos Gegana, kawasan Blok Bengkel. Almarhum memiliki kebiasaan unik: sering mengucapkan kata khas “JANENG”, yang kemudian menjadi awal mula lahirnya nama panggilan tersebut.

Baca Juga |  Hamparan Sawah Menguning, Petani Manyang Cut dan Manyang Lancok Mulai Panen Raya

Dari Kebiasaan Menjadi Identitas

Muhammad Junaidi kerap mengunjungi bengkel M. Dahlan. Kedekatan mereka terjalin bukan hanya karena pertemanan, tetapi juga kesamaan hobi dalam memelihara dan menggemari ayam siam (ayam jago).

Karena sering bertemu dan mendengar kata “JANENG” dari M. Dahlan, secara perlahan Muhammad Junaidi juga mulai mengucapkannya dalam berbagai kesempatan. Kata itu pun melekat dalam kehidupannya sehari-hari dan semakin dikenal oleh lingkungan sekitar.

Peran Muhammad Saleh dalam Memopulerkan Nama “JANENG”

Cerita ini melanjutkan dengan kedatangan Muhammad Saleh, yang saat itu bertugas di Kantor Danramil Kota Sigli. Keduanya berasal dari Aceh Selatan, sehingga terjalin kedekatan emosional yang kuat.

Baca Juga |  Wagub Aceh dan Wali Kota Banda Aceh Sambut Menteri Fadli Zon di Bandara SIM

Dalam interaksi sehari-hari, Muhammad Saleh mulai memanggil Muhammad Junaidi dengan sebutan “JANENG”. Dari sinilah nama panggilan tersebut semakin populer dan dikenal luas, tidak hanya di kalangan teman, tetapi juga masyarakat sekitar.

Jejak yang Tersisa

M. Dahlan, sosok awal yang memperkenalkan kata “JANENG” dalam lingkungan tersebut, kini telah wafat. Alamat terakhir almarhum berada di Perumnas Rawa, Kecamatan Pidie. Meski telah tiada, jejak kebiasaan dan pengaruhnya tetap hidup melalui kisah ini.

Sementara itu, Muhammad Saleh – mantan Danramil Kota Sigli – dikenang sebagai sosok yang turut memopulerkan nama panggilan “JANENG” hingga dikenal luas.

Baca Juga |  Bupati Aceh Utara Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mini Mall di Panton Labu

Penegasan: Bukan Fitnah, Melainkan Kisah Sejarah

Perlu ditegaskan bahwa kisah asal-usul nama “JANENG” ini bukan fitnah dan tidak dimaksudkan untuk mencemarkan nama baik pihak mana pun. Cerita ini disampaikan sebagai bagian dari rekam jejak sosial dan sejarah pergaulan masyarakat.

Penulis dan pihak terkait siap menghadirkan saksi jika diperlukan di kemudian hari, guna menguatkan kebenaran kisah ini secara objektif dan bertanggung jawab.

Kisah ini menjadi bukti bahwa sebuah nama panggilan sederhana dapat menyimpan cerita panjang tentang persahabatan, kebersamaan, dan perjalanan hidup seseorang di tengah masyarakat.(**)

 

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Polri Fasilitasi KUR dan Penyerapan Bulog, Petani Jagung Lebih Sejahtera

Daerah

Peduli Kemanusiaan, Warga Malaysia Salurkan Bantuan untuk Korban Pascabanjir di Pidie Jaya

Daerah

Uji Petik Digelar, Keselamatan Kapal Penumpang di Batam Jadi Prioritas

Daerah

Aceh Optimalkan Anggaran dan Data untuk Pemulihan Pascabencana

Daerah

Pertemuan 2+2 Perdana, Indonesia–Turki Sepakati Sinergi Diplomasi dan Pertahanan

Ekonomi Bisnis

Dalam INAHAFF, BPJS Kesehatan Gandeng Enam Negara Perkuat Anti Kecurangan JKN

Ekonomi Bisnis

World UHC Day: Komitmen Perkuat Akses Kesehatan yang Merata

Daerah

Wagub Aceh Apresiasi Pengiriman Genset Darurat PLN Perkuat Stabilitas Listrik Pascabencana