nusaone.id – Batam – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menetapkan status siaga nasional dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sejumlah wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan guna memastikan keselamatan perjalanan masyarakat tetap terjaga.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat hingga ekstrem diperkirakan terjadi sejak Selasa (27/1) hingga Senin (2/2). Wilayah yang berisiko terdampak meliputi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, serta Papua Pegunungan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa keselamatan pengguna jasa transportasi menjadi prioritas utama pemerintah. Oleh karena itu, Kemenhub menyiapkan berbagai langkah antisipatif di seluruh moda transportasi.
Di sektor jalan, Kemenhub berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), operator jalan tol, Kepolisian, serta pemerintah daerah. Pengaturan lalu lintas, pembatasan kecepatan, hingga penutupan sementara ruas jalan akan dilakukan apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan.
Untuk sektor perkeretaapian, patroli jalur rel dan inspeksi dilakukan secara intensif, terutama di daerah rawan banjir dan longsor. Pembatasan operasional juga dapat diberlakukan demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
Pada sektor transportasi laut dan penyeberangan, pemantauan kondisi cuaca dan gelombang diperketat. Penyesuaian jadwal pelayaran hingga penundaan keberangkatan akan dilakukan jika kondisi belum memenuhi standar keselamatan pelayaran.
Di sektor udara, kesiapan operasional bandara serta akses menuju bandara terus dijaga. Kemenhub juga berkoordinasi dengan maskapai dan layanan navigasi penerbangan guna menyesuaikan jadwal penerbangan dengan perkembangan cuaca.
Seluruh unit teknis Kemenhub di pusat dan daerah diminta meningkatkan kewaspadaan. Petugas posko bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas terkait disiagakan untuk memantau titik-titik rawan banjir dan longsor.
Menhub Dudy mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan. Masyarakat diminta memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta menunda perjalanan apabila kondisi cuaca belum memungkinkan.
Kemenhub berharap langkah-langkah siaga nasional ini dapat meminimalkan risiko gangguan transportasi serta memastikan keselamatan seluruh pengguna jasa selama periode cuaca ekstrem berlangsung.

















