nusaone.id – Pidie Jaya – Dari suasana sederhana di sebuah warung kopi, dua rekan tampak berbincang santai sambil menikmati secangkir kopi di Gampong Dayah Timu, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Jumat (6/2/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban, mencerminkan kebiasaan masyarakat setempat yang menjadikan warung kopi sebagai ruang bersosialisasi dan bertukar pikiran.
Kedua rekan itu terlihat duduk berhadapan, menikmati kopi sambil berbincang ringan tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Warung kopi di Aceh tidak hanya berfungsi sebagai tempat menikmati minuman, tetapi juga menjadi ruang komunikasi sosial yang mempererat hubungan antarwarga.
Dalam perbincangan santai tersebut, terselip pesan-pesan kebijaksanaan yang mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan perilaku dalam menjalani kehidupan.
Salah satu pesan yang disampaikan adalah nilai kearifan lokal Aceh, seperti ungkapan “bek leupah-leupah” yang bermakna jangan berlebihan dalam segala hal.
Nasihat tersebut dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini, baik dalam bersikap, berbicara, maupun dalam menjaga hubungan sosial.
Melalui dialog santai seperti ini, pesan moral dapat disampaikan secara alami tanpa kesan menggurui, sehingga mudah dipahami dan diterima.
Budaya ngopi bersama juga dinilai mampu memperkuat silaturahmi serta menciptakan suasana kebersamaan di tengah masyarakat.
Selain sebagai tempat bersantai, warung kopi kerap menjadi ruang diskusi informal mengenai berbagai isu sosial dan kehidupan bermasyarakat.
Momen sederhana dari secangkir kopi ini menjadi gambaran kehidupan sosial masyarakat Gampong Dayah Timu yang menjunjung tinggi kebersamaan, dialog, dan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.
Penulis : Arju Na Fahlefi
Foto : C’mad
Berbincang santai sambil ngopi bareng, bek lumpah-lumpah


















