nusaonemid – BANDA ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat pelaksanaan operasi pasar dan pengawasan distribusi bahan pokok menyusul kenaikan inflasi Aceh yang mencapai 6,94 persen. Permintaan tersebut disampaikan saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Potensi Daerah Setda Aceh, Rabu (4/3/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Aceh mengalami kenaikan dari bulan sebelumnya yang berada di angka 6,69 persen. Kondisi ini dinilai perlu segera direspons agar tidak berdampak pada daya beli masyarakat, khususnya menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
“TPID harus bergerak cepat. Pastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil, distribusi lancar, dan operasi pasar dilakukan secara terukur serta tepat sasaran,” tegas Fadhlullah.
Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Pemerintah Aceh bersama instansi vertikal dan pemerintah kabupaten/kota diminta memperkuat koordinasi agar pengendalian inflasi berjalan efektif.
Selain membahas inflasi, Wagub juga menyinggung percepatan pemulihan pascabencana di sejumlah wilayah terdampak. Ia meminta Sekretaris Daerah Aceh mengintensifkan sosialisasi terkait skema bantuan, baik hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap), agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan tidak terjadi miskomunikasi.
Pemerintah Aceh juga menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Kejaksaan Republik Indonesia guna memperkuat pengawasan melalui Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Langkah ini diambil agar proses percepatan pemulihan tetap akuntabel dan transparan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir menyampaikan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp824 miliar telah dikirim pemerintah pusat dan akan segera disalurkan ke daerah terdampak, di antaranya Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, dan Aceh Tengah.
“Pembangunan huntara saat ini telah melampaui 60 persen dan ditargetkan rampung 100 persen sebelum Lebaran,” ujarnya optimistis.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh, perwakilan instansi vertikal, serta kepala satuan kerja perangkat Aceh yang berkomitmen memperkuat langkah bersama dalam menekan inflasi dan mempercepat pemulihan daerah.
(**)



















