nusaone.id -Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengajak masyarakat untuk meramaikan penutupan Aceh Ramadhan Festival yang dirangkai dengan peringatan Malam Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut akan digelar pada Jumat, 6 Maret 2026 di Masjid Raya Baiturrahman dan terbuka untuk seluruh masyarakat yang ingin merasakan suasana kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
Fadhlullah menyampaikan bahwa festival yang berlangsung sejak awal Ramadhan itu akan ditutup secara resmi oleh Tito Karnavian.
Menurutnya, kehadiran Menteri Dalam Negeri bersama sejumlah pejabat kementerian menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap kegiatan keagamaan dan penguatan ekonomi kreatif berbasis religi di Aceh.
“Insya Allah, Bapak Mendagri akan menutup secara resmi Aceh Ramadhan Festival pada sore hari yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Sejumlah menteri juga dijadwalkan hadir untuk merasakan langsung semarak Ramadhan di Tanah Rencong,” ujar Fadhlullah.
Ia menegaskan bahwa penutupan festival tersebut bukan hanya sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan serta meningkatkan nilai spiritual masyarakat Aceh.
Fadhlullah yang akrab disapa Dek Fad turut mengajak masyarakat, khususnya warga Banda Aceh dan Aceh Besar, untuk hadir dan bersama-sama memeriahkan kegiatan tersebut.
Panitia juga telah menyiapkan berbagai rangkaian acara menarik, seperti atraksi budaya khas Aceh serta parade idang atau hidangan berbuka puasa yang disediakan bagi ribuan masyarakat.
Selain itu, masyarakat dapat menikmati hidangan tradisional seperti Ie Bu Peudah Peudah dan Ie Bu Kanji yang akan dibagikan secara gratis kepada pengunjung.
Di area lapangan parkir depan masjid, panitia juga menyediakan berbagai stan kuliner berbayar yang melibatkan pelaku UMKM dari Banda Aceh dan Aceh Besar sebagai bagian dari upaya mendorong perputaran ekonomi lokal.
Pemerintah Aceh berharap penutupan Aceh Ramadhan Festival dapat menjadi momentum religius sekaligus memperkuat identitas Aceh sebagai daerah yang konsisten menghidupkan syiar Islam melalui budaya dan kegiatan ekonomi kreatif.
(**)



















