nusaone.id – Aceh Taming — Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, bersama Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melakukan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, di Aceh Tamiang, Jumat (20/3/2026).
Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian agenda Presiden berjalan optimal, khususnya pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah bersama masyarakat.
Dalam rencana yang telah disusun, Presiden dijadwalkan melaksanakan Shalat Idul Fitri di Masjid Darussalam Aceh Tamiang yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan keagamaan tersebut.
Selain melaksanakan Shalat Id, Presiden juga akan melakukan silaturahmi dan ramah tamah dengan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) akibat bencana.
Kunjungan ini dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat di daerah, sekaligus memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Bupati Aceh Tamiang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang ikut memastikan kesiapan lintas sektor.
Koordinasi yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari kesiapan lokasi, pengaturan arus masyarakat, hingga sistem pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menyukseskan agenda kunjungan Presiden tersebut.
Ia menyampaikan bahwa kesiapan yang matang akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus menciptakan kesan positif atas kunjungan Presiden ke Aceh.
“Seluruh pihak harus memastikan kesiapan secara menyeluruh, baik fasilitas maupun koordinasi di lapangan, sehingga kegiatan berjalan lancar,” ujar Fadhlullah.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan bahwa setiap detail pelaksanaan harus direncanakan dengan baik dan terukur.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban, keamanan, serta kenyamanan masyarakat yang akan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Pemerintah Aceh bersama pemerintah pusat terus melakukan pemantauan intensif dan penguatan koordinasi guna memastikan seluruh agenda Presiden di Aceh Tamiang dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti.
(**)


















