PIDIE JAYA – Akses jalan dan jembatan yang menghubungkan Gampong Pante Geulima dengan kawasan Dayah Husen, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, berubah menjadi aliran sungai sejak 26–27 November 2025 hingga sekarang.
Perubahan tersebut terjadi akibat luapan air sungai yang terus menggerus badan jalan dan jembatan hingga amblas. Akses yang selama ini menjadi jalur utama warga, santri, serta sarana menuju fasilitas pendidikan kini tidak lagi dapat dilalui.

Kondisi ini turut memisahkan lokal kelas Sekolah ITE yang berada di Gampong Pante Geulima. Aktivitas belajar mengajar pun terganggu karena akses antarwilayah terputus.
Pantauan di lapangan pada Minggu, 28 Desember 2025, menunjukkan aliran air masih deras di lokasi tersebut. Jalan yang sebelumnya berupa aspal kini berubah total menjadi alur sungai baru.
Menurut keterangan warga, akses tersebut dulunya merupakan jalan aspal dengan jembatan yang menjadi satu-satunya penghubung antara Gampong Pante Geulima dan Dayah Husen.
Namun, curah hujan tinggi yang terjadi secara berulang membuat struktur jalan dan jembatan tidak mampu menahan derasnya aliran air hingga akhirnya runtuh.
“Sekarang kami tidak bisa lagi melintas. Jalan dan jembatan sudah hilang, air mengalir seperti sungai,” ujar salah seorang warga Pante Geulima.
Kerusakan ini berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk santri Dayah Husen dan siswa Sekolah ITE. Mobilitas warga menjadi terbatas dan sebagian harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh.
Kondisi di lapangan semakin memprihatinkan setelah aliran sungai di kawasan tersebut terbelah menjadi dua. Aliran sungai dari Dayah Husen menuju Gampong Blang Cut dilaporkan telah mengering.
Sementara itu, aliran sungai yang mengarah ke Gampong Pante Geulima masih mengalir deras layaknya sungai pada umumnya dan terus mengikis badan jalan, area sekolah, serta permukiman warga.
Hingga saat ini, belum terlihat adanya penanganan darurat dari instansi terkait, baik berupa jembatan sementara maupun normalisasi aliran sungai. Warga hanya memasang tanda peringatan seadanya di sekitar lokasi.
Masyarakat Pante Geulima dan Dayah Husen berharap pemerintah daerah dan instansi teknis segera turun tangan melakukan penanganan serius agar akses vital tersebut dapat kembali difungsikan dan aktivitas warga berjalan normal.
















