Home / Daerah / Headline / Lingkungan / Nasional / News / Peristiwa / Sosial

Minggu, 28 Desember 2025 - 14:41 WIB

Akses Jalan Pante Geulima–Dayah Husen Berubah Jadi Sungai, Aktivitas Warga Lumpuh

PIDIE JAYA – Akses jalan dan jembatan yang menghubungkan Gampong Pante Geulima dengan kawasan Dayah Husen, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, berubah menjadi aliran sungai sejak 26–27 November 2025 hingga sekarang.

Perubahan tersebut terjadi akibat luapan air sungai yang terus menggerus badan jalan dan jembatan hingga amblas. Akses yang selama ini menjadi jalur utama warga, santri, serta sarana menuju fasilitas pendidikan kini tidak lagi dapat dilalui.

Exif_JPEG_420

Kondisi ini turut memisahkan lokal kelas Sekolah ITE yang berada di Gampong Pante Geulima. Aktivitas belajar mengajar pun terganggu karena akses antarwilayah terputus.

Baca Juga |  Polres Pidie Gelar Donor Darah Serentak dalam Rangka Hari Jadi Humas Polri ke-74

Pantauan di lapangan pada Minggu, 28 Desember 2025, menunjukkan aliran air masih deras di lokasi tersebut. Jalan yang sebelumnya berupa aspal kini berubah total menjadi alur sungai baru.

Menurut keterangan warga, akses tersebut dulunya merupakan jalan aspal dengan jembatan yang menjadi satu-satunya penghubung antara Gampong Pante Geulima dan Dayah Husen.

Namun, curah hujan tinggi yang terjadi secara berulang membuat struktur jalan dan jembatan tidak mampu menahan derasnya aliran air hingga akhirnya runtuh.

“Sekarang kami tidak bisa lagi melintas. Jalan dan jembatan sudah hilang, air mengalir seperti sungai,” ujar salah seorang warga Pante Geulima.

Baca Juga |  Pangdam IM dan Forkopimda Sambut Kasau di Lanud SIM

Kerusakan ini berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, termasuk santri Dayah Husen dan siswa Sekolah ITE. Mobilitas warga menjadi terbatas dan sebagian harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh.

Kondisi di lapangan semakin memprihatinkan setelah aliran sungai di kawasan tersebut terbelah menjadi dua. Aliran sungai dari Dayah Husen menuju Gampong Blang Cut dilaporkan telah mengering.

Sementara itu, aliran sungai yang mengarah ke Gampong Pante Geulima masih mengalir deras layaknya sungai pada umumnya dan terus mengikis badan jalan, area sekolah, serta permukiman warga.

Baca Juga |  Personel Polres Pidie Bersihkan Halaman Meunasah di Gampong Ulee Tutue Pasca Banjir

Hingga saat ini, belum terlihat adanya penanganan darurat dari instansi terkait, baik berupa jembatan sementara maupun normalisasi aliran sungai. Warga hanya memasang tanda peringatan seadanya di sekitar lokasi.

Masyarakat Pante Geulima dan Dayah Husen berharap pemerintah daerah dan instansi teknis segera turun tangan melakukan penanganan serius agar akses vital tersebut dapat kembali difungsikan dan aktivitas warga berjalan normal.

Share :

Baca Juga

Daerah

Polda Aceh Sebut Bripda Muhammad Rio Disersi, Tiga Kali Sidang KKEP dan Telah PTDH

Daerah

PKBM HABIB ALBY Gelar Healing dan Bagikan Bantuan untuk Anak Korban Banjir di Gampong Beurawang

Headline

Sejarah Panjang PT Asdal: Hak Rakyat Tergerus Sejak Orde Baru

Daerah

Dua Ruang Kelas dan Mushala SMP 3 Kejuruan Muda Kembali Difungsikan

Daerah

Kapolres Pidie Serahkan Bantuan Bibit Pertanian dari Kapolda Aceh kepada Polsek Jajaran untuk Warga Terdampak Banjir

Daerah

Usai Shalat Jum’at, Warga Beurawang Gelar Makan Bersama di Posko

Daerah

Ribuan Jamaah Hadiri Subuh Berkah Polda Sulteng di Masjid Raya Baitul Khairaat

Daerah

Pergerakan Penyeberangan Naik 35 Persen, Kemenhub Evaluasi Angkutan Nataru 2025/2026