Aceh Timur — nusaone.id — Meunasah dan banyak rumah warga di Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, hilang terbawa arus air dan lumpur akibat banjir yang terjadi pada 26–28 beberapa bulan lalu. Dampak terparah tercatat hingga tanggal 11 Januari 2026.
Banjir terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan hulu, menyebabkan sungai meluap dan menghantam permukiman warga tanpa peringatan. Arus deras bercampur lumpur merusak rumah, meunasah, dan fasilitas desa lainnya.
Dusun-dusun terdampak parah meliputi Dusun Poring, Dusun Trans HTI, Serah Gala, dan Dusun Sah Raja. Sebagian wilayah desa nyaris tidak bisa dikenali akibat tertutup lumpur dan puing bangunan.
JZ01 JZN Yuda Asril, Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) 01 wilayah 21 Bener Meriah, bersama beberapa anggota RAPI, membawa bantuan langsung ke lokasi pada 11 Januari 2026 untuk membantu warga terdampak.
“Kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Banyak rumah warga rusak berat, dan sebagian wilayah Desa Sah Raja hilang terbawa arus air dan lumpur pascabanjir,” ujar Yuda Asril.
Selain rumah warga, meunasah desa juga mengalami kerusakan berat sehingga kegiatan ibadah terganggu. Hal ini menambah kesulitan masyarakat yang sudah kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Bantuan finansial dan logistik untuk warga terdampak banyak yang belum diterima. Penyebabnya adalah akses jalan menuju Gampong Sah Raja masih terisolir akibat tumpukan lumpur yang belum sepenuhnya dibersihkan.
Relawan dan aparat desa terus melakukan pendataan kerusakan serta pembersihan sisa lumpur, meski medan sulit dan akses terbatas. Pekerjaan ini menjadi tantangan utama untuk mempercepat pemulihan desa.
Masyarakat berharap respons cepat dari pemerintah daerah dan pihak terkait agar kebutuhan dasar seperti pangan, pakaian, dan perlengkapan tidur dapat segera terpenuhi.
Sejumlah organisasi kemanusiaan telah dikerahkan untuk menyalurkan bantuan, namun proses distribusi terkendala kondisi jalan yang rusak parah.
Banjir ini menjadi peringatan bagi pemerintah setempat dan warga tentang pentingnya mitigasi bencana, pengelolaan sungai, serta kesiapan darurat menghadapi hujan deras di masa mendatang.



















