Home / Daerah / Headline / News

Minggu, 2 November 2025 - 12:41 WIB

Kapolda Aceh Buka Lomba Kopi Saring HUT ke-80 Brimob

Banda Aceh — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Korps Brimob Polri, berbagai kegiatan digelar di seluruh daerah, termasuk di Aceh. Salah satu yang menarik perhatian masyarakat adalah Lomba Kopi Saring yang berlangsung di Taman Budaya, Setui, Kota Banda Aceh, Minggu, 2 November 2025.

Lomba yang dibuka langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah ini menjadi ajang bagi para peracik kopi untuk menampilkan keahlian dalam menyeduh kopi khas Aceh dengan teknik tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Setiap peserta ditantang menyajikan seduhan terbaik dengan cita rasa dan aroma otentik yang menjadi kebanggaan Bumi Serambi Mekkah.

Kegiatan tersebut tidak hanya bernuansa kompetitif, tetapi juga sarat nilai budaya. Melalui lomba ini, Brimob Polda Aceh berupaya melestarikan tradisi penyajian kopi saring sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Aceh yang dikenal sebagai salah satu penghasil kopi terbaik di Indonesia.

Baca Juga |  Kapolda Harap Seluruh Polwan di Aceh Pegang Teguh Prinsip Meutuah

Dalam lomba ini, panitia menyediakan hadiah menarik bagi para pemenang dengan total hadiah mencapai Rp10 juta. Juara pertama berhak memperoleh Rp5 juta dan trofi, juara kedua Rp3 juta, sedangkan juara ketiga menerima Rp2 juta.

Selain menampilkan keahlian para barista tradisional, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara masyarakat dan jajaran kepolisian. Suasana keakraban terlihat jelas, diiringi semerbak aroma kopi Aceh yang diseduh langsung di lokasi acara.

Baca Juga |  Bupati Pidie Jaya Hadiri Peresmian 848 Huntara Nasional, Fokus Pemulihan Pascabencana

Dalam kesempatan itu, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengatakan bahwa minum kopi telah menjadi tradisi yang sangat melekat dalam budaya masyarakat Aceh. “Melalui secangkir kopi, terjalin silaturahmi, tumbuh rasa saling menghargai, dan terbangun persaudaraan yang tulus di antara sesama,” ujarnya.

HUT ke-80 Korps Brimob Polri yang mengusung tema “Brimob Presisi, Tangguh, dan Humanis untuk Indonesia Maju” menjadi momentum yang tepat bagi Brimob untuk menunjukkan eksistensinya, tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan seperti perlombaan sareng kupi.

“Mari kita jadikan perlombaan sareng kupi ini sebagai simbol kedekatan Brimob dengan masyarakat Aceh, bahwa di balik ketegasan dan keberanian Brimob, tersimpan kehangatan, rasa kekeluargaan, dan cinta terhadap Tanah Rencong yang kita cintai,” kata jenderal bintang dua itu.

Baca Juga |  Polres Pidie Dukung Program Nasional Presiden melalui Gerakan ASRI

Selain itu, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, peserta, dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan penuh semangat dan kebersamaan.

“Partisipasi dan antusiasme saudara-saudara sekalian menjadi bukti nyata bahwa Brimob dan rakyat Aceh selalu bersatu dalam satu semangat untuk menjaga kedamaian dan persaudaraan. Kepada peserta lomba, selamat berkompetisi, junjung tinggi sportivitas, dan jadikan kegiatan ini sebagai sarana mempererat silaturahmi. Dirgahayu Korps Brimob Polri, Brimob untuk Indonesia, Brimob untuk rakyat,” pungkasnya.

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Asisten III Sekda Aceh Besar Tinjau Langsung RSUD Dan Pastikan Pelayanan Kembali Normal

Daerah

Polda Aceh Serahkan DS, Tersangka Kasus Ujaran Kebencian ke Kejaksaan

Daerah

Polda Aceh Nyatakan Dua Berkas Perkara Korupsi Beasiswa BPSDM Aceh Lengkap, Tersangka Diserahkan ke JPU

Daerah

Dorong Konsumen Cerdas, BSI Perkuat Literasi dan Digitalisasi Layanan yang Aman dan Inklusif

Daerah

‎Kapolres Pidie Pimpin Langsung Kegiatan Kesamaptaan Personel

Daerah

Ratusan Personel Polda Aceh Ikuti Donor Darah, Wujud Kepedulian Kemanusiaan

Daerah

Kapok Sahli Pangdam IM Pimpin Upacara Bulanan di Blang Padang Banda Aceh

Daerah

Dalam Rangka HUT IKAHI ke-73, Para Pimpinan Pengadilan di Aceh Kunjungi Yayasan Penyantun, Pesantren, dan Rumah Sesepuh Hakim