NusaOne.id | Pidie – Gerakan Mahasiswa dan Masyarakat Pidie (GAMMP) menggelar aksi demonstrasi di pusat Kabupaten Pidie dengan mengusung isu kemiskinan, maraknya korupsi pejabat, hingga persoalan tambang emas ilegal yang semakin merajalela di Kecamatan Geumpang, Mane, dan Tangse.
Dalam aksi yang berlangsung damai itu, massa membawa poster dengan sindiran keras: “Orang miskin sabar terus, tapi pejabatnya korupsi terus.” Pesan ini mencerminkan kekecewaan mendalam masyarakat terhadap pejabat daerah yang dinilai semakin memperkaya diri, sementara rakyat kecil semakin terpuruk.
Dalam petisi resmi yang dibacakan, GAMMP menyampaikan lima tuntutan pokok kepada DPRK Pidie, yaitu:
1. Mendesak DPRK untuk mengusut dan menindak tegas praktik tambang ilegal.
2. Mendesak DPRK menertibkan tambang rakyat serta memperjelas regulasi tambang legal.
3. Menuntut DPRK membuka Draft Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) secara transparan.
4. Mendesak DPRK mengusut tuntas pertanggungjawaban Balai Wilayah Sungai.
5. Jika pimpinan DPRK Pidie tidak mampu menyelesaikan persoalan mendesak ini, GAMMP menuntut pimpinan DPRK untuk mundur dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral.
Selain itu, massa juga menuding Bupati Pidie gagal mengambil langkah nyata dalam mengatasi persoalan korupsi dan membiarkan aktivitas tambang emas ilegal semakin meluas. Mereka menilai aparat penegak hukum juga terkesan mandul dalam menindak pelanggaran hukum yang merugikan masyarakat dan merusak lingkungan.
“Kami tidak akan diam ketika keadilan dikhianati, ketika ruang hidup dirampas, dan ketika suara rakyat dibungkam. Ini adalah bentuk perlawanan moral terhadap sistem yang selama ini gagal memberikan keadilan bagi rakyat Pidie,” tegas salah satu orator aksi.
Aksi ditutup dengan seruan lantang:
“Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Tertindas! Hudep Rakyat Pidie!!”



















