nusaone.id – Pidie Jaya – Bupati H. Sibral Malasyi dan Wakil Bupati Hasan Basri melakukan peninjauan langsung infrastruktur terdampak bencana di Pidie Jaya, Rabu (4/3/2026), sekaligus memaparkan data indikator pemulihan pascabencana.
Tujuan kunjungan ini adalah memastikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan cepat, tepat sasaran, dan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Kegiatan ini diikuti Laksamana TNI Mayjen Nouldy Tangka serta rombongan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRRP) yang bertugas melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Rombongan meninjau sejumlah lokasi strategis, termasuk Huntara bantuan BNPB di Blang Awe, kawasan PDAM Beurawang, Beuringen, serta aliran Sungai dan Jembatan Blang Awe di Kecamatan Meureudu.
Bupati H. Sibral Malasyi mengatakan beberapa Huntara masih memiliki fasilitas terbatas, seperti plafon dan ventilasi yang belum memadai bagi warga terdampak.
Selain itu, kondisi sungai yang menggerus badan jalan dan permukiman warga menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar risiko bencana susulan bisa diminimalkan.
“Kami ingin pemulihan ini tidak sekadar memperbaiki kerusakan, tetapi juga memperkuat mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali berdampak besar pada masyarakat,” ujar Bupati saat meninjau Sungai Blang Awe yang akan dinormalisasi dan diperkuat bronjong hingga muara.
Wakil Bupati Hasan Basri menambahkan prioritas pemulihan juga menyasar akses dasar, termasuk perbaikan Jembatan Blang Awe yang telah diperlebar demi kelancaran mobilitas warga.
Penanganan instalasi PDAM yang rusak parah di beberapa titik juga menjadi fokus utama, mengingat air bersih adalah kebutuhan pokok masyarakat terdampak.
“Air bersih dan akses jalan adalah kebutuhan dasar. Kita pastikan pelayanan tetap berjalan meski sementara masih dalam kondisi darurat,” tegas Wakil Bupati Hasan Basri.
Melalui paparan indikator pemulihan dan peninjauan langsung, pemerintah daerah berharap dukungan pemerintah pusat melalui skema APBN dapat mempercepat rehabilitasi infrastruktur, sekaligus memulihkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan masyarakat secara menyeluruh.
(Prokopim)



















