Home / Lingkungan / Pemerintah Aceh

Senin, 18 Mei 2026 - 15:34 WIB

Pemkab Pidie Jaya Percepat Verifikasi Data Korban Banjir Tahap II

Nusaone.id | PIDIE JAYA — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mempercepat proses verifikasi dan validasi (verval) tahap II data korban banjir guna memastikan penyaluran bantuan pascabencana tepat sasaran. Proses tersebut melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), perangkat desa, serta unsur lintas instansi terkait.

Langkah percepatan itu ditegaskan Wakil Bupati Hasan Basri saat membuka sosialisasi verval tahap II di Aula Setdakab Pidie Jaya, Senin, 18 Mei 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Setdakab Pidie Jaya Helmi, S.STTP, Kepala BPBD Pidie Jaya, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie Jaya.

Dalam arahannya, Hasan Basri menyampaikan bahwa penyempurnaan data korban banjir menjadi langkah penting dalam mempercepat proses penyaluran bantuan stimulan kepada masyarakat terdampak. Menurutnya, keterlibatan ASN bersama perangkat desa, BPBD, Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) sangat diperlukan agar data penerima bantuan benar-benar akurat.

Baca Juga |  Ketua DPD Foreder Aceh Dorong Optimisme Masyarakat di Tahun Baru 2026

Ia menegaskan, sinkronisasi data antarinstansi harus diperkuat agar laporan pembaruan data dapat segera diselesaikan dan ditetapkan sebagai data final penerima bantuan.

Selain membahas percepatan pendataan, Wakil Bupati juga menyoroti sejumlah persoalan yang selama ini muncul di lapangan. Di antaranya lemahnya pengawasan proses pendataan, belum rampungnya pendataan selama enam bulan terakhir, hingga persoalan ketepatan sasaran bantuan bagi pemilik rumah, penghuni maupun penyewa rumah terdampak banjir.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setdakab Pidie Jaya, Helmi menegaskan bahwa proses validasi ulang harus dilakukan secara teliti dengan melibatkan operator desa, ASN, serta petugas verifikasi di masing-masing wilayah.

Baca Juga |  Pelantikan Bepro, Wagub Singgung Tiga Isu Krusial

Menurutnya, seluruh pihak yang diberi tanggung jawab harus bekerja secara profesional demi memastikan warga yang benar-benar terdampak memperoleh haknya. “Data yang belum masuk akan diusulkan kembali, namun proses verifikasi tetap harus melibatkan desa karena mereka yang paling mengetahui kondisi masyarakat,” ujarnya.

Helmi juga berharap seluruh unsur yang terlibat dapat menjalankan tugas dengan baik sehingga data yang dihasilkan benar-benar valid dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari. Ia menilai pengalaman berbagai bencana yang pernah melanda Pidie Jaya menjadi pengingat pentingnya penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan daerah.

Baca Juga |  Perkuat Tridarma, IWO Teken MoU dengan Universitas Bung Karno

Di sisi lain, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie Jaya menjelaskan bahwa bantuan pemerintah memiliki skema berbeda sesuai aturan yang berlaku. Bantuan BNPB diperuntukkan bagi pemilik rumah yang mengalami kerusakan, sedangkan bantuan dari Kementerian Sosial menyasar penghuni rumah terdampak, termasuk penyewa maupun warga yang menetap di lokasi bencana.

“Yang menerima bantuan Kemensos adalah penghuni yang terdampak, bukan semata-mata pemilik rumah. Karena itu verifikasi harus dilakukan secara detail agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat,” jelas Ari Khan, sapaan akrab Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie Jaya.

 

(Prokopim)

 

 

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Pidie Jaya Lepas 182 Jamaah Haji Kloter 13, Soroti Kenyamanan dan Keselamatan Jamaah

Headline

Gedung MTQ Pidie Jaya Dipadati Pengantar Jamaah, Suasana Haru Warnai Pelepasan

Lingkungan

Rumah Imam Gampong Terbakar, Ibu Cut Suryati Datangi Korban di Peukan Baro

Pemerintah Aceh

Hadiri Launching KDKMP 2026, Bupati Sibral Soroti Penguatan UMKM Desa

Lingkungan

Tangis Bayi Kembar Pecah di Tol Sibanceh, Penumpang Travel JRG Panik dan Haru

Daerah

Perdana Sejak 2007, Pemkab Pidie Jaya Gelar Peusijuek untuk ASN Calon Haji

Headline

Peusijuek Jamaah Haji, Bupati Pidie Jaya Wajibkan ASN Hadir di Kegiatan Keagamaan dengan Absensi Manual

Headline

Hilang Tanpa Pesan, Kisah Haru Ayah Mencari Putranya di Pidie Jaya