Jakarta – nusaone.id – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) melakukan evaluasi penyelenggaraan angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Evaluasi tersebut mencakup aspek keselamatan, kelancaran arus lalu lintas, serta kesiapan sarana dan prasarana transportasi.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian, terutama pada puncak mobilitas masyarakat. Salah satunya adalah perlunya penambahan personel di titik-titik penyekatan guna mengantisipasi penumpukan kendaraan.
Menurut Aan, keberadaan personel yang memadai di lapangan sangat penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama periode libur panjang.
Selain itu, Aan juga menyoroti pelaksanaan program Mudik Gratis. Sesuai arahan Menteri Perhubungan, program tersebut ke depan diharapkan dapat ditingkatkan melalui penambahan kuota peserta serta perluasan kota tujuan.
“Penambahan kuota dan kota tujuan Mudik Gratis penting untuk mengalihkan penggunaan sepeda motor dan kendaraan pribadi, sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat,” ujar Aan.
Sementara itu, Sekretaris Badan Kebijakan Transportasi (BKT), Rizal, memaparkan bahwa pergerakan angkutan penyeberangan selama periode Nataru 2025/2026 mengalami peningkatan sebesar 35,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, pergerakan angkutan jalan justru mengalami penurunan sebesar 5,11 persen. Hal ini menunjukkan adanya perubahan pola perjalanan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.
Dari sisi kinerja lalu lintas, Ditjen Hubdat mencatat adanya peningkatan kecepatan dan waktu tempuh rata-rata kendaraan di ruas Tol Jakarta–Semarang. Kecepatan rata-rata meningkat dari 81,54 km/jam menjadi 85,69 km/jam, dengan waktu tempuh yang berkurang dari 5 jam 21 menit menjadi 5 jam 4 menit.
Peningkatan serupa juga terjadi di ruas Tol Semarang–Jakarta, yang mencatat kinerja lebih baik dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan dalam pengelolaan lalu lintas nasional.
Evaluasi tersebut disampaikan Aan Suhanan saat membuka rapat evaluasi pelayanan transportasi Nataru 2025/2026 di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (15/1). Dari sisi keselamatan, Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol. Aries Syahbudin mengungkapkan bahwa jumlah kecelakaan lalu lintas menurun sebanyak 247 kejadian atau 7,20 persen, sementara jumlah korban meninggal dunia turun signifikan sebesar 27,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
















