nusaone.id – Pidie Jaya – Ratusan masyarakat korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menerima bantuan dari pemerintah pusat dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung MTQ Pidie Jaya, Jumat (6/3/2026). Warga yang terdampak bencana tampak memadati lokasi kegiatan untuk menunggu giliran menerima bantuan.
Penyaluran bantuan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul. Turut hadir Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Wakil Gubernur Sumatera Barat Reza Hermawan, serta Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi bersama unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah.
Kehadiran para pejabat pemerintah pusat dan daerah tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang rumahnya terdampak banjir beberapa waktu lalu. Bantuan diberikan sebagai upaya meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pascabencana.
Setiap keluarga terdampak menerima bantuan sebesar Rp8 juta. Selain itu, pemerintah juga memberikan tunjangan hidup (Jadup) sebesar Rp450 ribu per jiwa. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperbaiki rumah serta mengganti perabotan yang rusak akibat banjir.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sosial, yang dinilai cepat merespons bencana yang terjadi di wilayahnya.
Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Pidie Jaya menjadi salah satu daerah yang lebih dahulu menerima bantuan dari Kementerian Sosial setelah bencana banjir melanda wilayah tersebut.
Pemerintah daerah juga memastikan bahwa proses pendataan penerima bantuan telah dilakukan secara teliti dan sesuai prosedur. Pendataan dilakukan oleh aparat desa dan kecamatan serta didampingi unsur TNI dan Polri guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Setiap penerima bantuan juga diminta menandatangani surat pernyataan sebagai bagian dari administrasi dalam proses penyaluran bantuan.
Selain penyaluran bantuan, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya juga menyampaikan sejumlah kebutuhan penanganan bencana kepada pemerintah pusat. Salah satunya terkait kondisi tujuh sungai di Kabupaten Pidie Jaya yang mengalami pendangkalan cukup parah sehingga mudah meluap saat terjadi hujan deras dan menyebabkan banjir di permukiman warga.
Bupati Sibral Malasyi menjelaskan bahwa banjir yang terjadi di wilayahnya merupakan banjir hidrometeorologi, yaitu banjir yang terjadi akibat curah hujan tinggi di daerah pegunungan sehingga air turun melalui sungai dan meluap ke permukiman warga hingga mengalir ke laut.
“Banjir ini merupakan banjir hidrometeorologi, di mana air dari gunung turun melalui sungai, masuk ke kampung hingga akhirnya mengalir ke laut. Berbeda dengan yang pernah terjadi di Aceh dahulu saat bencana tsunami,” ujar Sibral.
Pemerintah daerah berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh dapat membantu percepatan normalisasi sungai guna mencegah banjir kembali terjadi di masa mendatang serta memperkuat penanganan bencana di wilayah tersebut.
Penulis & foto: Arju Na Fahlefi
Setiap keluarga terdampak menerima bantuan sebesar Rp8 juta. Selain itu, pemerintah juga memberikan tunjangan hidup (Jadup) sebesar Rp450 ribu per jiwa. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperbaiki rumah serta mengganti perabotan yang rusak akibat banjir.



















