Pidie Jaya —nusaone – PT Pertamina (Persero) membangun tiga unit sumur bor sebagai fasilitas pendukung Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Pembangunan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bersih selama masa pemulihan pascabencana.
Pembangunan sumur bor tersebut merupakan bentuk kerja sama antara PT Pertamina (Persero) dengan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya. Sementara itu, pembangunan Huntara dilaksanakan oleh Adanantara Indonesia bersama PT Wijaya Karya (WIKA) di Kompleks Gedung MTQ, Kabupaten Pidie Jaya.
Sebanyak tiga sumur bor dibangun untuk melayani kebutuhan air bersih bagi 164 unit Huntara yang disiapkan bagi warga terdampak bencana. Fasilitas ini menjadi bagian penting dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih dan sanitasi.
Kegiatan pembangunan sumur bor tersebut berlangsung pada Rabu, 14 Januari 2026. Keberadaan sarana air bersih di kawasan Huntara diharapkan mampu mencegah timbulnya persoalan kesehatan akibat keterbatasan akses air bersih pascabencana banjir dan longsor.
PT Pertamina membangun sumur bor di kawasan Huntara sebagai bagian dari dukungan percepatan pemulihan pascabencana. Dengan adanya fasilitas ini, seluruh penghuni Huntara diharapkan memperoleh akses air bersih yang layak dan berkelanjutan selama masa transisi sebelum menempati hunian tetap.
Kepala Inspektur Kabupaten Pidie Jaya, Jamian, S.Pd, yang dikonfirmasi di Posko Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pertamina. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan BUMN sangat penting untuk menciptakan hunian sementara yang layak, aman, dan memenuhi standar kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Dengan tersedianya sarana air bersih tersebut, 164 unit Huntara di Kompleks Gedung MTQ diharapkan mampu memberikan kenyamanan serta menjaga kesehatan para penyintas selama masa pemulihan pascabencana. (Prokopim)
















