nusaone id – Pidie — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE atau yang akrab disapa Dek Fadh, meninjau langsung pembangunan jalan program Inpres Jalan Daerah (IJD) Kementerian PUPR di Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, Kamis (30/4/2026).
Proyek yang bersumber dari APBN senilai Rp24 miliar tersebut telah rampung dan mulai memberikan dampak signifikan terhadap konektivitas antarwilayah.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Aceh untuk memastikan pembangunan infrastruktur berjalan efektif, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang sebelumnya terisolasi.
Kehadiran Wakil Gubernur disambut hangat oleh para keuchik, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Mereka mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan utama.
Ketua Forum Geusyik Kembang Tanjong, Nazarullah (Kojek), menyebut pembangunan jalan tersebut sebagai titik balik mobilitas masyarakat.
“Ini akses yang sudah lama dinantikan. Dulu masyarakat harus menggunakan sampan untuk melintas. Sekarang sudah bisa dilalui kendaraan dengan lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ruas jalan tersebut kini telah membuka konektivitas dari Kembang Tanjong menuju Pasi Lhok hingga tersambung ke jalur Pusong–Lancok, Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.
Meski demikian, masyarakat masih mengharapkan adanya penyempurnaan di sejumlah titik krusial, terutama pada ruas Pasi Lhok, Jemurang hingga Pusong menuju Bandar Baru, guna mengoptimalkan fungsi jalan sebagai jalur ekonomi dan distribusi.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur juga meninjau kondisi aliran sungai di kawasan Teupin Raya, Kecamatan Glumpang Tiga, yang dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir. Selain itu, ia turut mengecek kondisi jalan Kembang Tanjong–Mutiara yang masih memerlukan penanganan lanjutan.
Fadhlullah menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur yang merata, adaptif terhadap risiko bencana, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Aceh akan terus memastikan kualitas infrastruktur ditingkatkan, termasuk menyempurnakan titik-titik yang masih membutuhkan penanganan, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Aceh, Suryadi Djamil, menilai kehadiran Wakil Gubernur di lapangan mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan berpihak pada kebutuhan rakyat.
“Kehadiran ini bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan mendengar langsung aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Kunjungan ini sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Aceh dalam memperkuat konektivitas wilayah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di kawasan yang sebelumnya terdampak keterbatasan akses dan bencana.
(**)


















