nusaone.id – Harrisburg, Pennsylvania – 28 April 2026
Komunitas Aceh di Harrisburg, Pennsylvania, Amerika Serikat, mencatat tonggak penting dengan berhasil membeli sebuah gedung yang sebelumnya merupakan gereja untuk dijadikan Aceh Community Center (ACC). Fasilitas ini akan difungsikan sebagai pusat kegiatan ibadah, pendidikan, dan pelestarian budaya Aceh di Amerika.

Gedung yang berlokasi di 219 Locust Street, Steelton, Pennsylvania tersebut resmi dibeli melalui proses settlement pada 28 April 2026, setelah melalui penggalangan dana sejak tahun 2022.
Saat ini, komunitas Aceh di wilayah Harrisburg terdiri dari sekitar 24 keluarga atau sekitar 150 orang. Selain itu, lebih dari 350 warga Aceh yang tersebar di berbagai wilayah Amerika Serikat turut memberikan dukungan, bersama masyarakat Indonesia lainnya.
Salah satu warga Aceh asal Pidie Jaya yang telah lama bermukim di Harrisburg, Zulfikar Zent, menyebut pembelian gedung ini sebagai hasil nyata dari semangat kebersamaan komunitas.
“Ini adalah langkah besar bagi kami. Selama ini kami belum memiliki pusat kegiatan sendiri. Dengan adanya gedung ini, kami berharap bisa menjadi tempat ibadah, pendidikan, dan mempererat silaturahmi,” ujarnya kepada tim media NusaOne.id.
Gedung tersebut dibeli dengan total biaya sebesar USD 52.044,25, termasuk biaya penutupan. Dana dihimpun dari sumbangan warga Aceh di Amerika Serikat, masyarakat Indonesia, serta dukungan dari masyarakat Aceh di tanah kelahiran.
Meski telah berhasil dimiliki, bangunan tersebut masih membutuhkan renovasi besar agar layak digunakan. Rencana perbaikan mencakup atap dan plafon, pembangunan kamar mandi dan tempat wudhu, penyiapan ruang sholat, perbaikan basement dan dapur, instalasi sistem plumbing dan listrik baru, hingga pembaruan sistem HVAC. Selain itu, bagian luar bangunan juga akan diperbaiki, termasuk struktur dan area parkir.
Untuk menyelesaikan seluruh proses renovasi, komunitas masih membutuhkan tambahan dana sekitar USD 100.000 hingga 120.000. Hingga kini, penggalangan donasi masih terus berlangsung.
Komunitas Aceh di Harrisburg sendiri telah terbentuk sejak tahun 2001 dan kini telah memasuki generasi ketiga. Para perintis awal di antaranya Mussanna di Tiro, Musrial Mahfud, Bustami Ibrahim, Hamzah, Zaizi Ubaidillah, Hanafiah Usman, Hamid Ismaili, Arsyad Kassem, dan Muhammad Arsyad.
Dengan hadirnya Aceh Community Center, diharapkan fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, serta pelestarian budaya Aceh bagi generasi mendatang di Amerika Serikat.
(Tim Redaksi Putra Chan/Arju Na Fahlefi)
Zulfikar zent Warga Aceh asal Pidie Jaya Dengan adanya gedung ini, kami berharap bisa menjadi tempat ibadah, pendidikan, dan mempererat silaturahmi,” ujarnya kepada tim media NusaOne.id.


















