Home / Nasional / News / Opini / Pemerintah Aceh / Peristiwa

Selasa, 23 September 2025 - 19:37 WIB

Wagub Aceh Terima Delegasi Kedubes Selandia Baru, Bahas Perdamaian hingga Peluang Investasi

nusaone.id          Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, SE, menerima kunjungan delegasi Kedutaan Besar (Kedubes) Selandia Baru untuk Indonesia yang dipimpin Deputy Head of Mission, Giselle Larcombe, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Aceh, Selasa (23/9/2025).

Kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan diplomatik sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai sektor strategis. Delegasi Kedubes Selandia Baru juga membahas perkembangan politik, sosial, dan ekonomi Aceh, khususnya pasca dua dekade penandatanganan MoU Helsinki.

 

Dalam pertemuan itu, Wagub Fadhlullah menegaskan Aceh telah berhasil menjaga perdamaian selama 20 tahun terakhir. Menurutnya, capaian ini mencerminkan komitmen kuat masyarakat Aceh terhadap perdamaian dan harus menjadi dorongan bagi pemerintah pusat untuk menuntaskan seluruh butir kesepakatan MoU Helsinki.

Baca Juga |  Kapolri Cicipi Makanan di Dapur Umum, Pastikan Makanan untuk Pengungsi Bergizi

 

Selain menyoroti isu perdamaian, Fadhlullah juga memaparkan perkembangan positif di Aceh, mulai dari meningkatnya kunjungan wisatawan dalam enam bulan terakhir hingga melimpahnya potensi sumber daya alam dan hasil perkebunan seperti kopi, nilam, dan kelapa sawit. Ia menekankan bahwa Aceh membuka peluang investasi seluas-luasnya, terutama di sektor pelabuhan, guna memperkuat ekspor komoditas unggulan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga |  Polda Aceh Salurkan Bantuan Beras untuk Komunitas Ojol

 

“Aceh ini sangat kaya. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, kami membuka peluang investasi selebar-lebarnya guna mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Wagub Fadhlullah.

 

Dalam kesempatan itu, First Secretary (Political) Kedubes Selandia Baru, Emma Harman, turut menyinggung isu toleransi di Aceh. Menanggapi hal tersebut, Fadhlullah menegaskan masyarakat Aceh memiliki tingkat toleransi yang tinggi dan mampu hidup rukun dalam keberagaman.

 

Sementara itu, perwakilan Kepolisian Selandia Baru, Tim Chao, menanyakan pandangan Aceh terhadap isu pengungsi di tengah meningkatnya dinamika global. Menjawab hal itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh, Dedy Yuswadi, AP, menyampaikan bahwa Aceh telah berpengalaman menampung pengungsi sejak 2015.

Baca Juga |  Kapolres Pidie Jaya Gelar Jumat Curhat Presisi Bersama Panitia Pemilihan Keuchik Trienggadeng dan Panteraja

 

“Meski sesekali terjadi gesekan karena perbedaan budaya, masyarakat Aceh tetap dikenal terbuka dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan,” ujar Dedy.

 

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Jamaluddin, SH, M.Kn., serta Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh, Zaini Zubir, S.Sos., M.Si.

 

 

(*)

Share :

Baca Juga

News

PW IWO Aceh Apresiasi HUT ke-4 Barsela24news.com, Dorong Terus Berkembang

Nasional

Faisal Mhd SE Sambut Kedatangan Tgk Habibi Nawawi LC dengan Penuh Kekeluargaan

Peristiwa

Rumah Warga Terbakar, Polsek Jangka Buya Sigap Lakukan Penanganan

Nasional

Teladan Pengabdian: Semangat Zulfahmi Reza Jadi Inspirasi Seluruh Anggota RAPI Bireuen

Opini

Fadhlullah Akhiri Polemik APBK Aceh Singkil 2026 Lewat Mediasi

Daerah

‎Polres Pidie Sosialisasikan Larangan Karhutla Lewat Pemasangan Spanduk di Sejumlah Kecamatan

Nasional

HUT Ke-24 Abdya Berlangsung Meriah, Dukungan Perbankan dan Perusahaan Mengalir

Opini

Lost Contact Sejak Pagi, Helikopter PK-CFX Berakhir Hancur di Sekadau