nusaone.id – Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh, menegaskan komitmennya untuk terus membangun Aceh bersama Gubernur dalam kegiatan halalbihalal dan silaturahmi tim pemenangan yang digelar di Anjong Mon Mata, Rabu malam (15/4/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dihadiri Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Sekretaris Daerah Aceh M Nasir Samaun, jajaran pengurus Mualem Center kabupaten/kota, serta para relawan dan simpatisan.
Dalam sambutannya, Dek Fadh menyampaikan bahwa sejak awal masa kepemimpinan, dirinya bersama Gubernur Aceh langsung dihadapkan pada berbagai tantangan yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
Ia menyebutkan, sejumlah persoalan seperti sengketa pulau hingga bencana hidrometeorologi menjadi ujian awal bagi pemerintahannya. Namun, semua tantangan tersebut dapat dihadapi dengan kerja cepat dan terukur.
“Sejak awal kami menjabat, persoalan sudah mulai muncul. Mulai dari sengketa pulau hingga bencana hidrometeorologi. Alhamdulillah, semua bisa kita tangani dengan cepat,” ujar Dek Fadh.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara Pemerintah Aceh dengan pemerintah pusat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Menurutnya, intensitas kunjungan Presiden ke Aceh dalam beberapa waktu terakhir menjadi bukti adanya hubungan yang harmonis antara pusat dan daerah.
“Presiden sudah beberapa kali hadir ke Aceh. Ini menunjukkan komunikasi yang baik dan perhatian serius dari pemerintah pusat,” katanya.
Di tengah berbagai kritik publik yang berkembang, Dek Fadh menegaskan bahwa Pemerintah Aceh tetap fokus bekerja demi kepentingan masyarakat.
“Kritik itu hal biasa, tapi kami tidak akan berhenti. Kami akan terus berjalan dan bekerja untuk rakyat Aceh,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Aceh mengalami kerugian besar akibat bencana yang ditaksir mencapai lebih dari Rp1 triliun dalam beberapa bulan terakhir.
Meski demikian, Pemerintah Aceh memastikan program prioritas tetap berjalan, termasuk program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang menyasar masyarakat kurang mampu.
“Tidak ada pemotongan JKA. Kami tetap berkomitmen hadir untuk rakyat, khususnya masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dek Fadh juga mengajak seluruh relawan dan tim pemenangan untuk terus menjaga soliditas dan kekompakan dalam mengawal jalannya pemerintahan.
“Peran relawan sangat penting. Mari kita bersama-sama membangun Aceh dan mengawal program pemerintah hingga tuntas,” ajaknya.
Sementara itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah rakyat serta memastikan program-program strategis tetap berjalan sesuai rencana.
Ketua Tim Pemenangan Mualem–Dek Fadh, Armiadi, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat kembali semangat kebersamaan tim.
Ia berharap silaturahmi tersebut mampu mendorong seluruh relawan untuk terus bekerja maksimal dalam mendukung dan mengawal kepemimpinan hingga masa jabatan berakhir.
(**)


















