nusaone.id – Sekadau (Pontianak) – Sebuah helikopter jenis Airbus Helicopter H-130T2 dengan nomor registrasi PK-CFX dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan pada Kamis, 16 April 2026. Helikopter tersebut diketahui terbang dari Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi menuju Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Helikopter lepas landas pada pukul 07.34 WIB dengan estimasi tiba di lokasi tujuan sekitar pukul 08.50 WIB. Namun, hingga waktu yang ditentukan, pesawat tidak kunjung tiba dan tidak dapat dihubungi, sehingga memicu kekhawatiran pihak terkait.
Laporan resmi mengenai hilangnya kontak dengan helikopter PK-CFX diterima oleh pihak berwenang sekitar pukul 11.00 WIB di hari yang sama. Menindaklanjuti laporan tersebut, upaya pencarian segera dilakukan oleh tim gabungan.
Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Pencarian dilakukan dengan menyisir jalur penerbangan yang telah direncanakan, serta memanfaatkan informasi dari pihak operator helikopter.
Perjalanan helikopter diketahui dimulai dari Heliped PT. Citra Mahkota (PT. CMA) di Desa Nanga Keruap, Kecamatan Menukung. Sementara tujuan akhirnya adalah Heliped PT. Graha Agro Nusantara 1 di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Setelah dilakukan pencarian intensif, tim menemukan puing-puing yang diduga kuat merupakan bagian dari helikopter PK-CFX di kawasan hutan wilayah Sekadau. Kondisi puing yang ditemukan menunjukkan adanya indikasi kuat terjadinya kecelakaan.
Proses penanganan di lokasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Tim melakukan identifikasi awal, pengumpulan bukti, serta dokumentasi untuk mendukung proses investigasi lebih lanjut.
Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung. Tim SAR terus menyisir area sekitar lokasi penemuan untuk memastikan tidak ada bagian pesawat maupun kemungkinan korban yang terlewat.
Pihak berwenang menyatakan akan terus memberikan informasi terbaru kepada publik seiring perkembangan proses penanganan dan penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti dari peristiwa tersebut.
(**)


















